News
POLYTRON Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertamanya, Sambut Usia ke-50 dengan Inovasi Besar
Jakarta, 29 April 2025 – Tahun ini jadi momen spesial buat POLYTRON. Perusahaan elektronik asal Indonesia yang sudah hadir sejak 1975 ini bersiap merayakan ulang tahunnya yang ke-50 pada bulan September nanti. Menyambut usia emas tersebut, POLYTRON makin serius menunjukkan komitmennya sebagai inovator di dunia elektronik dan teknologi.
Selama hampir lima dekade, POLYTRON terus berkembang dan menghadirkan berbagai produk yang memudahkan hidup masyarakat—mulai dari elektronik rumah tangga hingga kendaraan listrik. Filosofinya sederhana: inovasi yang baik adalah yang bikin hidup keluarga Indonesia jadi lebih praktis dan nyaman.
Setelah sukses dengan motor listrik yang jadi motor listrik paling laris di Indonesia, kini POLYTRON siap naik kelas. Mereka akan meluncurkan mobil listrik pertama mereka dalam waktu dekat.
“Yang paling penting buat kami adalah aksesibilitas. Kami ingin mobil listrik ini bisa dijangkau oleh lebih banyak orang, bukan cuma jadi barang mewah,” jelas Tekno Wibowo, Commercial Director POLYTRON.
Mobil listrik ini jadi langkah nyata POLYTRON dalam menjawab kebutuhan mobilitas masa kini yang modern, aman, dan tentunya lebih ramah lingkungan. Ini juga jadi bukti kalau POLYTRON selalu siap beradaptasi dengan perkembangan zaman—tanpa meninggalkan kepercayaan yang sudah dibangun selama puluhan tahun.
Tapi tentu saja, muncul pertanyaan: Apakah mobil listrik ini bisa benar-benar jadi solusi buat tantangan kendaraan listrik di Indonesia? Jawabannya akan terungkap pada 6 Mei 2025, saat mobil listrik pertama dari POLYTRON resmi diperkenalkan ke publik.
Tentang POLYTRON
POLYTRON adalah salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia, berdiri sejak 1975. Selama ini, POLYTRON dikenal lewat produk-produk berkualitas seperti speaker, televisi, kulkas, mesin cuci, AC, hingga motor listrik. Pabriknya tersebar di Kudus dan Demak, dengan total karyawan sekitar 10.000 orang. Jaringannya juga luas, dengan puluhan kantor perwakilan dan pusat layanan di seluruh Indonesia.
Nggak cuma fokus pada kualitas produk, POLYTRON juga aktif memperkuat layanan purnajual dan memudahkan akses pembelian lewat website resmi dan toko resmi di berbagai e-commerce.
News
Sengketa Saham Rp381,5 Miliar, TDI Minta Bareskrim Usut Tuntas
Wartahot, Jakarta – PT Tirta Digital Indonesia (TDI) melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan terkait transaksi pembelian saham senilai Rp381,5 miliar ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Laporan tersebut disampaikan melalui kuasa hukum TDI, Ade Ratnasari, SH, pada Jumat (19/6/2026). Selain dugaan penipuan dan penggelapan, laporan juga mencakup dugaan pemberian keterangan palsu serta persekongkolan yang diduga melibatkan sejumlah pihak.
Ade mengatakan pihaknya telah menyerahkan berbagai dokumen dan bukti pendukung kepada penyidik untuk ditindaklanjuti.
“Hari ini kami datang membawa sejumlah bukti yang sudah kami serahkan kepada penyidik. Laporan kami telah diterima dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada Bareskrim untuk melakukan pendalaman,” kata Ade kepada wartawan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.
Menurut Ade, laporan tersebut ditujukan kepada beberapa pihak yang berinisial CSR, K, dan S, termasuk seorang oknum notaris yang berdomisili di Bali.
Ia menjelaskan, persoalan bermula dari kepemilikan saham PT Tirta Digital Indonesia sebesar 34 persen atau sekitar 3.000.400 lembar saham pada sebuah perusahaan. Saham tersebut disebut telah disepakati untuk dibeli melalui transaksi senilai Rp381,5 miliar dengan sistem pembayaran bertahap.
Namun, hingga kini pembayaran yang dijanjikan dalam perjanjian tersebut belum juga direalisasikan.
“Pembayaran yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan sesuai kesepakatan. Saat klien kami berupaya memperjuangkan haknya melalui RUPS, justru ditemukan sejumlah fakta yang memperkuat dugaan adanya perbuatan melawan hukum,” ujarnya.
Temukan Dugaan Kejanggalan
Selain persoalan pembayaran saham, TDI mengaku menemukan sejumlah kejanggalan saat berupaya memperjuangkan haknya melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Ade mengungkapkan, selama hampir lima tahun pihaknya telah meminta pertanggungjawaban kepada pihak terkait. Namun, upaya penyelesaian yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Dalam perkembangan terbaru, pihaknya juga menemukan adanya perubahan data perusahaan pada sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum yang diduga dilakukan tanpa persetujuan pihak yang berkepentingan.
Tak hanya itu, perwakilan TDI yang telah dibekali surat kuasa disebut tidak diperkenankan mengikuti RUPS meski telah hadir sebelum rapat dimulai.
“Saat dilakukan pengecekan pada 17 Juni 2026, kami menemukan adanya perubahan data perusahaan. Di saat yang sama, perwakilan yang telah diberikan kuasa tidak diperbolehkan mengikuti RUPS. Fakta-fakta ini menjadi bagian dari laporan yang kami sampaikan kepada penyidik,” kata Ade.
Serahkan Proses ke Penyidik
TDI berharap penyidik Bareskrim dapat mengusut perkara tersebut secara menyeluruh, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang berkaitan dengan rangkaian peristiwa yang dilaporkan.
Ade menegaskan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada penyidik.
“Kami percaya penyidik akan bekerja secara profesional untuk mengungkap fakta-fakta yang ada berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku,” tuturnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak yang disebut dalam laporan tersebut belum memberikan tanggapan terkait tuduhan yang disampaikan oleh pelapor.
News
Turis Asia Ramai Sewa Motor di Bali, Pelaku Usaha Ungkap Alasan yang Jarang Dibahas
BALI – Bali selama ini identik dengan mobil sewaan, sopir wisata, dan paket tur yang sudah tersusun rapi. Namun di balik ramainya kunjungan wisatawan asing, muncul tren baru yang perlahan mengubah cara turis menikmati Pulau Dewata: semakin banyak wisatawan Asia memilih menyewa motor untuk berkeliling sendiri.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat wisatawan asal India, China, hingga Korea Selatan terhadap layanan rental motor di sejumlah kawasan wisata seperti Kuta, Seminyak, Canggu, Sanur, dan Ubud.
Bagi sebagian wisatawan, motor bukan lagi sekadar alat transportasi murah. Kendaraan roda dua dianggap mampu memberikan kebebasan yang sulit didapat ketika menggunakan paket tur atau transportasi dengan jadwal yang sudah ditentukan.
Pendiri Gotravela Indonesia, Alfonso Giostanov Sinantong Pareira, mengatakan wisatawan saat ini cenderung mencari pengalaman yang lebih personal selama berada di Bali.
“Generasi wisatawan sekarang tidak hanya ingin datang ke tempat wisata yang populer. Mereka ingin menemukan tempat sendiri, menentukan rute sendiri, bahkan memilih kapan harus berhenti dan menikmati suasana. Motor memberi fleksibilitas seperti itu,” ujarnya.
Menurut Alfonso, perubahan perilaku wisatawan tersebut paling banyak terlihat pada kalangan wisatawan muda, pasangan, dan solo traveler yang ingin menjelajahi Bali di luar jalur wisata konvensional.
Namun, di balik tren yang terus tumbuh itu, muncul persoalan lain yang tidak kalah penting. Meningkatnya jumlah wisatawan asing yang menggunakan motor juga memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan mereka menghadapi kondisi jalan di Bali.
“Kami sering melihat ada wisatawan yang sangat percaya diri karena pernah mengendarai motor di negaranya. Padahal karakter jalan, kepadatan lalu lintas, hingga budaya berkendara di Bali bisa sangat berbeda,” kata Alfonso.
Ia menilai banyak wisatawan terlalu fokus pada kemudahan dan biaya transportasi tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan.
“Kalau tujuan liburan adalah menikmati Bali, maka keselamatan harus menjadi bagian dari pengalaman itu. Jangan sampai ingin lebih bebas justru berakhir menghadapi masalah di jalan,” tambahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu wisatawan asing yang melanggar aturan lalu lintas maupun mengalami kecelakaan saat mengendarai motor beberapa kali menjadi perhatian aparat dan masyarakat Bali. Karena itu, wisatawan yang ingin menggunakan kendaraan roda dua disarankan memiliki dokumen berkendara yang sesuai, memahami aturan lalu lintas, serta selalu menggunakan perlengkapan keselamatan.
Meski demikian, pelaku industri menilai tren ini masih akan terus berkembang seiring meningkatnya jumlah wisatawan Asia yang datang ke Bali setiap tahun.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah sewa motor di Bali akan semakin populer, melainkan apakah kebebasan yang dicari wisatawan dapat berjalan beriringan dengan kesadaran akan keselamatan di jalan raya.
News
Discovery Kartika Plaza Rayakan 36 Tahun, Siapkan Gerakan “Kuta Kita” untuk Hidupkan Kembali Denyut Pariwisata Kuta
BALI – Ketika pusat perhatian wisatawan Bali dalam beberapa tahun terakhir bergeser ke Canggu, Pererenan, hingga Uluwatu, kawasan Kuta ternyata belum menyerah begitu saja.
Discovery Kartika Plaza Hotel dan Discovery Mall Bali resmi meluncurkan rangkaian perayaan ulang tahun bertajuk “Kuta Kita”, sebuah program yang tidak hanya merayakan perjalanan bisnis mereka, tetapi juga mengajak masyarakat, pelaku usaha, komunitas, dan wisatawan untuk kembali melihat Kuta sebagai salah satu jantung pariwisata Bali. Program tersebut diluncurkan menjelang perayaan ulang tahun ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel dan ulang tahun ke-22 Discovery Mall Bali.
Tema “Kuta Kita” dipilih sebagai refleksi hubungan panjang antara kawasan Kartika Plaza dengan perkembangan pariwisata Bali selama lebih dari tiga dekade. Sejak berdiri pada 1990, Discovery Kartika Plaza Hotel tumbuh bersama transformasi Kuta dari kawasan pantai sederhana menjadi salah satu destinasi wisata paling dikenal di Indonesia. Kehadiran Discovery Mall kemudian melengkapi kawasan tersebut menjadi destinasi terpadu yang menggabungkan akomodasi, rekreasi, kuliner, hingga aktivitas masyarakat dalam satu area yang terhubung langsung dengan Pantai Kuta.
“Kami ingin melengkapi kawasan ini menjadi destinasi wisata terpadu yang menggabungkan akomodasi, rekreasi, kuliner, dan aktivitas masyarakat dalam satu kawasan yang terhubung langsung dengan Pantai Kuta,” ujar Riska Wandira, Director of Marketing & Communications Discovery Kartika Plaza Hotel.
Menurut Riska, wisatawan saat ini tidak lagi hanya mencari tempat menginap. Mereka mencari pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari hiburan, wellness, kuliner, aktivitas komunitas hingga pengalaman budaya yang dapat dinikmati dalam satu kawasan.
Karena itu, rangkaian anniversary yang akan berlangsung mulai Agustus 2026 hingga Januari 2027 tidak hanya berisi promo hotel dan pusat perbelanjaan. Discovery menyiapkan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari konser musik, pertunjukan budaya, aktivasi UMKM, kegiatan komunitas, hingga program keberlanjutan lingkungan.
General Manager Discovery Kartika Plaza Hotel, Luis Daniel Garcia, mengatakan perayaan tahun ini merupakan bentuk apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan kawasan Kartika Plaza selama puluhan tahun.
“Melalui Kuta Kita, kami ingin menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan ekosistem pariwisata secara berkelanjutan,” ujarnya.
Isu lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam perayaan tahun ini. Discovery menyiapkan berbagai program seperti kegiatan bersih pantai, clean-up lingkungan sekitar, hingga program adopsi terumbu karang di Nusa Lembongan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat posisi kawasan Discovery yang berada tepat di pesisir Pantai Kuta.
Selain itu, keterlibatan pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dari strategi yang dijalankan. Discovery menyediakan ruang bagi usaha mikro lokal untuk menjual produk mereka di kawasan hotel dan pusat perbelanjaan, mulai dari kerajinan tangan, produk kreatif, hingga kuliner khas Bali.
General Manager Discovery Mall Bali, Jifang, menilai keberlanjutan dan kolaborasi akan menjadi kunci masa depan industri pariwisata Bali.
“Kami ingin ulang tahun kami menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia usaha, komunitas, masyarakat, dan wisatawan dalam semangat yang sama,” katanya.
Puncak rangkaian “Kuta Kita” dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober 2026 dan akan ditutup pada 5 Januari 2027. Bagi Discovery, perayaan ini bukan sekadar peringatan usia perusahaan, tetapi juga pengingat bahwa Kuta masih memiliki peran penting dalam wajah pariwisata Bali.
Di tengah munculnya destinasi-destinasi baru yang terus menarik perhatian wisatawan dunia, Discovery tampaknya ingin menyampaikan satu pesan sederhana: Kuta mungkin bukan lagi kawasan paling baru di Bali, tetapi sejarah, pengalaman, dan komunitas yang tumbuh di dalamnya masih menjadi alasan kuat mengapa kawasan ini tetap relevan hingga hari ini. (Latto)
-
Hukum4 weeks agoDiduga Belum Kembalikan Pinjaman Rp1,7 Miliar, Dian Adrianti Kristiono Dilaporkan ke Polisi
-
News3 weeks agoJunkyard Collective Bali: Galeri Gratis di Ubud, Seni Keren dari Sampah Plastik!
-
News3 weeks agoBabinsa Koramil 01/Jatinegara Bersama Tiga Pilar dan Warga Gelar Patroli Malam, Wujudkan Wilayah Aman dan Kondusif
-
News3 weeks agoHadir Melindungi, Melayani Sepenuh Hati: Komitmen Nyata PT TASPEN untuk Kenyamanan Masa Purna Bakti
-
Infotainment4 weeks agoElizabeth Tunggadewi, Winner Indonesia’s Girl Junior 2024 yang Peduli Lingkungan
-
Sosial4 weeks agoinDrive Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah hingga Aksi Sosial untuk Komunitas
-
News3 weeks agoMencari Penitipan Koper di Bali yang Murah? Seorang Traveler Menemukan Tempat Tak Terduga di Kuta
-
News3 weeks agoBob Hasan Resmi Dikukuhkan Pimpin MIO Indonesia Jakarta Barat Periode 2026-2030
