Entertainment
Keren! Penyanyi Mandarin Icha Yang Meriahkan Harmoni Imlek Nusantara di Bundaran HI
Jakarta, 15 Maret 2026 — Penyanyi Mandarin Icha Yang sukses menghibur ribuan pengunjung dalam acara Harmoni Imlek Nusantara yang digelar di kawasan , Minggu (15/3/2026) malam.
Tampil di panggung terbuka di jantung ibu kota, Icha membawakan tujuh lagu yang membuat suasana perayaan Imlek semakin meriah. Dikenal sebagai penyanyi Mandopop yang populer di Indonesia pada era 1990-an hingga awal 2000-an, kehadiran Icha menjadi magnet bagi penonton lintas generasi.
Tak hanya para penggemar lama, masyarakat yang tengah menikmati suasana malam di pusat kota turut berhenti dan larut dalam alunan musik yang dibawakan. Antusiasme penonton terlihat sejak lagu pertama hingga penampilan terakhir.
Dalam penampilannya, Icha tidak hanya membawakan lagu berbahasa Mandarin. Ia juga menyelipkan sejumlah lagu yang lebih familiar bagi penonton umum agar seluruh pengunjung dapat ikut bernyanyi dan merasakan kebahagiaan perayaan Imlek.
“Tujuannya supaya teman-teman yang tidak merayakan Imlek juga bisa ikut merasakan suasana bahagia. Jadi setengah lagu yang dibawakan bukan lagu Mandarin, supaya mereka juga bisa ikut bernyanyi bersama,” ujar Icha di sela acara.
Menurut Icha, tampil di ruang terbuka memberikan pengalaman berbeda dibandingkan konser di dalam ruangan. Ia mengaku merindukan suasana bertemu langsung dengan penonton dari berbagai kalangan.
“Kalau di indoor biasanya komunitas tertentu saja. Tapi di outdoor semua datang, bapak, ibu, anak muda—bercampur jadi satu. Lihat penonton yang antusias rasanya kangen sekali,” katanya.
Icha juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali tampil di acara terbuka setelah cukup lama jarang mengisi panggung serupa. Ia berharap semangat kebersamaan yang tercipta dalam perayaan tersebut dapat terus terjaga.
“Harapannya di tahun ini semoga kita semua panjang umur, sehat, dan rezekinya dilancarkan. Yang penting penonton happy, saya juga happy,” tuturnya.
Acara Harmoni Imlek Nusantara menjadi ruang perayaan lintas budaya yang terbuka untuk masyarakat umum. Selain hiburan musik, acara ini juga menghadirkan pertunjukan seni serta kuliner khas Imlek yang dapat dinikmati warga di pusat kota Jakarta, memperkuat semangat kebersamaan dalam keberagaman.
Entertainment
Alumni UI Nobar “Rumah Tanpa Cahaya” di Plaza Senayan, Dukung Ira Wibowo dan Film Indonesia
Jakarta — Suasana hangat terasa saat para alumni Universitas Indonesia menggelar nonton bareng (nobar) film Rumah Tanpa Cahaya di Plaza Senayan, Kamis, 12 Februari 2026. Selain jadi ajang kumpul dan silaturahmi, acara ini juga jadi bentuk dukungan nyata untuk film Indonesia, apalagi salah satu pemainnya adalah Ira Wibowo, alumni FISIP UI.
Sekitar 30 alumni FISIP hadir, ditambah puluhan rekan dari Tarakanita yang terus berdatangan. Kebersamaan ini terasa makin spesial karena bisa menyaksikan langsung penampilan Ira dengan karakter yang berbeda dari biasanya.
Achmad Akbar, perwakilan alumni yang hadir, membagikan kesannya setelah menonton film tersebut.
“Rumah Tanpa Cahaya ini bagus sekali, apalagi tayangnya menjelang bulan Ramadhan ya. Dan kami cukup surprise bahwa dalam film ini, Ira teman kami di kampus FISIP UI mainnya dengan profile yang baru ya. Profile yang baru, yang beda. Sebenarnya agak mengharukan, cuman kan kita kalau meneteskan air mata malu juga gitu. Jadi ini sangat recommended untuk ditonton, untuk keluarga, hikmahnya cukup baik untuk bagaimana menjalani kehidupan dari yang sulit. Apalagi setelah ditinggal lama oleh ibu yang rupanya menjadi perekat dan fondasi ekonomi keluarga tersebut. Dan setelah ibunya tidak ada, ternyata catatan itu tetap menghidupi keluarga yang ditinggalkan.”
Ira Wibowo sendiri tampak terharu melihat dukungan sahabat-sahabat lamanya yang datang khusus untuk nobar.
“Aku sangat-sangat berterima kasih sahabat aku, Akbar ini emang selalu mendukung film Indonesia. Juga teman-teman FISIP 86 lainnya, mereka semuanya hadir untuk dukung film Indonesia, khususnya dalam film Rumah Tanpa Cahaya. Buat aku juga emang seperti Akbar bilang gitu ya, tampil dengan suasana yang sangat beda karena ini memang baru pertama kali kayaknya aku main dengan memerankan tokoh ibu yang benar-benar sangat tenang, sangat damai. Wajahnya itu tidak pernah tidak tersenyum walaupun tipis tapi selalu dalam keadaan apapun itu tetap tersenyum karena dia hatinya selalu bersyukur.”
Salah satu adegan yang paling membekas bagi para alumni adalah momen ketika sosok ibu dalam film meninggal dalam keadaan sujud.
“Yang paling mengesankan ya pada saat meninggal dalam keadaan sujud itu.”
Menurut Akbar, film ini juga menyimpan pesan moral yang kuat, terutama untuk anak muda.
“Ada pesan penting yang saya tangkap di dalam film tadi itu, buat anak muda yang semangat tetap menjadi seorang pekerja di tengah situasi orang mencari mentalitas menerabas, mencari kekuasaan politik dengan cara-cara yang mudah, jalan pintas. Ini memenangkan pesan bahwa anak muda itu berani dan terus berusaha entrepreneur.”
Pesan lain yang tak kalah penting juga disampaikan lewat alur cerita film.
“Mencari uang itu mesti halal. Kemudian juga porsi rejeki itu sudah ada masing-masing. Jadi dalam hidup juga gak boleh serakah. Menjalani dengan penuh syukur, insya Allah akan diberi kemudahan.”
Film yang di awal menampilkan konflik dua anak dengan karakter bertolak belakang ini, menurutnya, ditutup dengan akhir yang hangat.
“Untungnya film ini berakhir dengan happy ending. Awalnya saya pikir akhirnya ribut atau bapaknya meninggal, ternyata tidak. Ibunya tetap somehow hadir lewat catatan itu. Ataupun sebetulnya di hati anak-anaknya dan di hati suaminya, ibunya tetap selalu ada.”
Soal kekompakan alumni, Akbar mengaku tak ada kesulitan mengumpulkan teman-teman lama untuk hadir.
“Saya rasa sih gak ada kesulitan, mereka cukup kompak. Dari dulu sampai sekarang gak pernah putus silaturahim. Walaupun punya kesibukan masing-masing, sekarang justru lebih mudah kumpul karena anak-anak sudah besar dan banyak yang sudah mulai pensiun.”
Nobar ini akhirnya bukan cuma soal menonton film bersama, tapi juga jadi momen nostalgia, dukungan untuk karya anak bangsa, dan bukti bahwa kebersamaan alumni UI tetap terjaga sampai sekarang.
Entertainment
Mengenal Renata Dvika Kusumah, Gadis Cantik Model Catwalk di Annual Show Mr. A
Wartahot — Renata Dvika Kusumah (12), siswi kelas 6 SD Fransiskus 3 Jakarta, mencuri perhatian saat tampil anggun membawakan busana rancangan desainer Mr. A di Open Door Alam Sutera.
Renata tampil sebagai talent model dalam peragaan busana Annual Show Mr. A bertajuk Metamorfosa: The Journey of Resilience. Penampilannya di atas catwalk sukses memikat para tamu yang hadir.
Mengawali langkah sebagai model, Renata kini telah menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Ia berhasil meraih gelar Indonesia Girl Junior Berbakat 2025 dan aktif meniti karier di dunia entertainment sebagai model, penyanyi, serta pemain film.
Dalam waktu dekat, Renata dijadwalkan menjalani proses syuting film Timun Mas in Wonderland The Movie yang akan diproduksi pada tahun 2026. Sebelumnya, ia juga telah membintangi iklan Nasi Kendil Catering yang diproduksi pada Oktober 2025.
Prestasi lainnya, Renata berhasil masuk sebagai Nominate Quarter Finalist Louis Vuitton 2025, serta meraih Juara 3 Indomodel Batch 1 2025.
Ia juga telah merilis single lagu berjudul “Bagaikan Bintang”, yang sudah dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, YouTube Music, TikTok, dan lainnya.
Renata mengungkapkan rasa senangnya dapat berpartisipasi dalam acara tersebut.
“Saya sangat bangga bisa membawakan busana dari anak bangsa Indonesia Mr. A yang hasil karyanya sudah di terima di dunia international seperti Paris, Bangkok, Korea,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan.
“Terima kasih atas kepercayaan atas kesempatan yang diberikan,” ucap Renata.
Dengan talenta yang dimiliki di bidang modeling, tarik suara, dan akting, Renata Dvika Kusumah menjadi salah satu pendatang muda yang patut diperhitungkan di industri entertainment Indonesia.
Entertainment
Machi Achmad dampingi Ratu meta bersaksi sebagai korban KDRT
Jakarta — Pengacara Machi Achmad kembali mendampingi Ratu Meta dalam sidang dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Usai persidangan, Machi menyoroti keterangan terdakwa yang dinilainya banyak membantah apa yang selama ini disampaikan pihak korban.
“Di keterangan terakhir, terdakwa seolah menyangkal. Ia menyebut hanya menangkis serangan dari klien kami. Padahal dari hasil pemeriksaan medis, rekam medis, dan visum, keterangannya berbeda. Tapi biarlah nanti hakim yang menilai,” ujar Machi.
Menurutnya, bantahan tersebut terasa janggal jika melihat bukti-bukti yang sudah dipaparkan jaksa di persidangan, mulai dari visum, rekam medis, foto, video, hingga barang bukti yang disebut di ruang sidang.
Machi juga menyampaikan bahwa kondisi Ratu Meta sempat terlihat emosional di ruang sidang. Ia menilai, bukan hanya persoalan dugaan kekerasan fisik, tetapi juga soal tanggung jawab terhadap anak-anak yang hingga kini masih menjadi perhatian.
“Kekecewaan klien kami terlihat jelas karena banyak bantahan dari terdakwa. Padahal bukti-bukti sudah ada. Namun, semua kami serahkan kepada penilaian majelis hakim,” lanjutnya.
Di persidangan, sejumlah saksi disebut melihat dan mendengar langsung kejadian tersebut. Mulai dari asisten rumah tangga (ART) hingga anggota keluarga yang turut memberikan keterangan. Kesaksian mereka dinilai akan menjadi bagian penting dalam pertimbangan hakim.
Selain itu, masih ada saksi lain yang belum sempat hadir, termasuk dokter dan petugas bengkel yang disebut berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Keduanya dijadwalkan akan dipanggil kembali di agenda sidang berikutnya.
Machi juga menyinggung bahwa proses perceraian kliennya masih berjalan di tahap kasasi Mahkamah Agung. Ia menyebut, bila nantinya putusan sudah inkrah dan tidak ada pemenuhan kewajiban nafkah anak, hal tersebut bisa berdampak pada konsekuensi hukum lain.
Sementara itu, Ratu Meta berharap fakta-fakta di persidangan bisa membuka kebenaran. Ia menegaskan memiliki bukti dan saksi yang mengetahui langsung peristiwa tersebut.
Sidang selanjutnya akan kembali menghadirkan saksi tambahan untuk dimintai keterangan di hadapan majelis hakim.
-
News4 weeks agoMBSL Siap Gelar Munas Februari 2026 di Jakarta, Donny Pur Tegaskan Arah Klub yang Makin Mandiri dan Berkelas
-
Entertainment3 days agoAlumni UI Nobar “Rumah Tanpa Cahaya” di Plaza Senayan, Dukung Ira Wibowo dan Film Indonesia
-
Entertainment4 weeks agoViral! Penampilan Icha Yang di Tiongkok Tuai Banyak Pujian
-
Budaya3 weeks agoAudellya Ambara Harsono Tampil sebagai MC di Panggung Internasional Asian American Expo 2026 di Amerika Serikat
-
Hukum3 weeks agoMenunggu Tanpa Kepastian di PN Denpasar: Sidang Praperadilan Kakanwil BPN Bali Berakhir Tanpa Kehadiran Polda
-
Infotainment4 weeks agoRio Clappy Rilis Single “Belia”, Rayakan Cinta Masa Sekolah yang Tumbuh Hingga Senja
-
News4 weeks agoUniversitas Jayabaya Gelar Seminar Hukum Internasional, Hadirkan Wakil Menteri Hukum
-
Hukum4 weeks agoDi Balik Jeruji Jimbaran: WNA dengan Gangguan Jiwa Terjebak 4 Bulan Antara Deportasi dan Ketidakpastian Hukum
