Connect with us

News

Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

Bekasi — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono meninjau sekaligus memimpin penebaran benih ikan tahap kedua di tambak Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolres Metro Bekasi, Dirpolairud, Irwasda Polda Metro Jaya, serta H. Zaini Sidi selaku pemilik lahan yang bekerja sama dalam program ketahanan pangan.

“Pada tahap kedua ini kami menebarkan benih ikan nila dan mujair sebanyak 21.000 ekor serta ikan bandeng sebanyak 16.000 ekor. Tahap pertama sebelumnya sudah panen untuk mendukung rantai pasok bahan baku SPPG,” kata Brigjen Dekananto Eko Purwomo.

Selain perikanan, Polda Metro Jaya juga mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Sebanyak 8.000 bibit semangka dan 100 pohon mangga ditanam, serta 1.000 butir telur ayam telah dipanen untuk didistribusikan ke SPPG dan masyarakat.

Sebelumnya, Wakapolda juga meninjau greenhouse SPPG Palmerah yang mengembangkan sistem bioflok dan budidaya sayuran seperti pakcoy 180 kg, sawi 120 kg, dan selada 120 kg, serta ikan nila, lele, dan patin.

“Seluruh hasil ini akan kami distribusikan ke SPPG dan juga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, H. Zaini Sidi menyebut kerja sama ini berdampak langsung bagi masyarakat. “Tahap awal sudah panen dan hari ini penebaran tahap kedua. Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari sudah bisa dipanen,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama akan diperluas dengan penanaman semangka dan timun di lahan 4 hektare, serta jagung seluas 50 hektare di wilayah lain. “Program ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi tenaga kerja maupun hasil panen,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak

Published

on

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melalui Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Penyelundupan berhasil membongkar dugaan tindak pidana penyelundupan komoditas pangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam operasi tersebut, tim menyita total 23.146 kilogram atau 23,146 ton bawang dan cabai kering dari dua lokasi berbeda.

Pengungkapan kasus dilakukan pada Senin, 13 April 2026, sebagai bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia kepada Kapolri untuk melakukan penegakan hukum tegas terhadap tindak pidana yang merugikan keuangan negara, termasuk penyelundupan.

Dua lokasi yang menjadi sasaran penindakan berada di Jalan Budi Karya No. 5, Pontianak Selatan, serta Jalan Budi Karya Kompleks Pontianak Square No. C-6, Kelurahan Benuamelayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dari lokasi pertama petugas menemukan bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai kuning dengan total berat 10.350 kilogram atau 10,35 ton.

Sementara di lokasi kedua, tim menemukan bawang merah, bawang putih, bawang bombai merah berry, cabai kering, serta bawang bombai kuning dengan total berat 12.796 kilogram atau 12,796 ton.

“Total komoditas pangan hasil impor ilegal yang ditemukan sejumlah 23.146 kilogram atau 23,146 ton,” kata Ade Safri.

Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan terdiri dari bawang merah sebanyak 118 karung dengan total 2.124 kilogram, bawang putih 457 karung dengan total 9.140 kilogram, bawang bombai kuning 399 karung seberat 7.980 kilogram, bawang bombai merah berry 188 karung seberat 1.692 kilogram, serta cabai kering 221 karung dengan total 2.210 kilogram.

Berdasarkan hasil klarifikasi terhadap pemilik ruko maupun gudang, komoditas tersebut diketahui berasal dari sejumlah negara, yakni bawang merah dari Thailand, bawang putih dari China, bawang bombai dari Belanda, bawang bombai merah berry dari India, serta cabai kering dari China.

“Penyelundupan atau impor ilegal komoditas pangan tersebut diduga masuk ke wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Kalimantan Barat, melalui negara Malaysia,” ujar Ade Safri.

Saat ini, penyidik juga masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya gudang penyimpanan lain yang digunakan jaringan tersebut di wilayah Kalimantan Barat.

“Tim sedang mengidentifikasi gudang atau tempat penyimpanan komoditas pangan hasil impor ilegal lainnya. Saat ini ada tiga lokasi yang sedang dalam pemantauan tim,” tegas Ade Safri.

Sebagai bagian dari proses hukum, petugas telah memasang garis polisi di dua lokasi penyimpanan barang dan berkoordinasi dengan Perum Bulog Pontianak terkait penitipan barang bukti komoditas pangan.

Ade Safri menegaskan, pembentukan Satgas Gakkum Penyelundupan merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah memberantas praktik penyelundupan yang merugikan negara dan mengganggu ketahanan ekonomi nasional.

“Komitmen Polri adalah melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap segala bentuk tindak pidana penyelundupan guna menyelamatkan kekayaan negara, memulihkan kerugian keuangan negara, serta mencegah kebocoran penerimaan negara,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam melindungi sumber daya dan penerimaan negara demi menjaga fondasi kedaulatan ekonomi nasional.

Continue Reading

News

Pemkot Jaktim Gelar Operasi Serentak Tangkap Ikan Sapu-Sapu di 10 Kecamatan

Published

on

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan sebagai langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus melindungi kesehatan masyarakat, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilaksanakan secara hybrid di sejumlah titik perairan lainnya.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari gerakan terpadu tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam merespons meningkatnya populasi ikan sapu-sapu yang kini menjadi sorotan publik.

“Operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini merupakan langkah konkret untuk mengendalikan populasi spesies invasif yang berpotensi merusak ekosistem sungai,” ujarnya.

Menurutnya, lonjakan populasi ikan sapu-sapu tidak bisa dianggap sepele. Selain mengganggu habitat alami perairan, ikan tersebut juga dinilai berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi masyarakat.

“Ikan sapu-sapu berpotensi mengandung bakteri dan logam berat, sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Karena itu, pengendaliannya harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pelaksanaan operasi dilakukan serentak di 10 kecamatan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. Di Kecamatan Kramat Jati, kegiatan dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung sebagai titik utama.

Sementara itu, di Kecamatan Matraman kegiatan berlangsung di Pintu Air Gunung Antang, Kelurahan Palmeriam. Di Kecamatan Duren Sawit dipusatkan di Kali Buaran II, dan di Kecamatan Cakung dilaksanakan di kawasan Perumahan Rokem, Tambun Rengas.

Kemudian di Kecamatan Jatinegara, operasi digelar di Rumah Pompa Air BC Sudin SDA, Kelurahan Bidara Cina. Di Kecamatan Cipayung berlangsung di Waduk Cilangkap 2 Agrowisata, Kelurahan Cilangkap, dan di Kecamatan Pasar Rebo dipusatkan di Irigasi Setu Pedongkelan, Kelurahan Pekayon.

Selanjutnya, di Kecamatan Ciracas kegiatan dilakukan di Kali Cipinang, Kelurahan Rambutan. Di Kecamatan Pulo Gadung berlokasi di Kali Pasadenia, Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Kayu Putih, serta di Kecamatan Makasar dilaksanakan di Kali Sunter Sipon Kalimalang, Kelurahan Cipinang Melayu.

Munjirin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), hingga para camat, lurah, dan masyarakat.

Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program pengendalian ikan sapu-sapu, yang tidak hanya berfokus pada penangkapan, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan komunitas lingkungan untuk terus berperan aktif menjaga kebersihan dan kelestarian sungai,” katanya.

Menurut Munjirin, sungai yang bersih dan sehat tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

Pemkot Jakarta Timur, lanjutnya, berkomitmen melanjutkan program pengendalian ikan sapu-sapu secara berkelanjutan melalui evaluasi dan pemantauan berkala.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan secara signifikan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Sinergi BNN RI dan Gus Rofi’i: Menakar Urgensi Regulasi Pelarangan Vape demi Selamatkan Generasi Muda

Published

on


JAKARTA – Ancaman serius penggunaan rokok elektrik atau vape kini menjadi sorotan utama dalam sebuah seminar nasional yang digelar di Jakarta pada Jumat (17/4/2026). Acara yang diinisiasi oleh Ketua Umum Barisan Kesatria Nusantara (BKN), Muhammad Rofi’i Mukhlish (Gus Rofi’i), ini mempertemukan otoritas hukum, akademisi, dan perwakilan organisasi keagamaan untuk membahas langkah konkret penghentian peredaran vape di Indonesia.

Dalam pemaparannya, Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D., menegaskan bahwa BNN tidak pernah memberikan toleransi atau mengkategorikan merek vape tertentu sebagai produk yang aman. Menurutnya, segala jenis vape mengandung zat kimia berbahaya, bahkan kini sering menjadi modus baru peredaran New Psychoactive Substances (NPS) atau narkotika jenis baru yang isinya terus berubah setiap waktu.

“Kami di BNN memandang masalah ini harus diselesaikan dengan cepat agar tidak ada lagi jatuh korban. Proses pelarangan secara menyeluruh memang membutuhkan waktu karena melibatkan banyak stakeholder, mulai dari Kementerian Kesehatan hingga Kementerian Perindustrian karena menyangkut sektor UMKM. Namun, dasar penelitian dari laboratorium BNN dan universitas terus kami perkuat untuk menuju aturan hukum yang tegas, entah itu dalam bentuk Peraturan Pemerintah atau Perpres,” ujar Irjen Pol. Agus Irianto.

Agus juga menanggapi kritisnya akses publik terhadap vape yang kini dijual bebas di gerai ritel modern. Ia menekankan bahwa jika aturan pelarangan sudah diundangkan, seluruh pihak wajib patuh. Saat ini, BNN terus melakukan penyelidikan melalui pengambilan sampel produk di lapangan guna membuktikan adanya bukti material kandungan narkotika yang tersembunyi dalam cairan vape.

Di sisi lain, Gus Rofi’i selaku penyelenggara menekankan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan mendalam terhadap warga Nahdliyin, yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia. Ia menilai sosialisasi bahaya vape harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni pondok pesantren.

“Saya sebagai santri merasa memiliki kewajiban untuk menjembatani komunikasi antara BNN dengan dunia pesantren. Kita tahu bahwa penggunaan vape sudah mulai masuk ke pelosok, bahkan ada santri yang patungan untuk membeli di minimarket. Edukasi ini adalah solusi agar para santri dan warga tidak terjebak dalam tren yang merusak kesehatan,” jelas Gus Rofi’i.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RMI NU DKI, KH Rakhmad Zailani Kiki, serta pengamat Prof. Dr. Drs. A. Hanief Saha Ghafur, M.S., yang turut hadir dalam acara tersebut, sepakat bahwa narasi “vape lebih aman dari rokok” adalah kekeliruan besar. Diskusi ini mengungkap bahwa banyak negara tetangga seperti Singapura dan Thailand telah lebih dulu menerapkan pelarangan sejak bertahun-tahun lalu. Indonesia diharapkan dapat menyusul dengan regulasi yang tidak hanya mengatur cukai, tetapi benar-benar membatasi akses demi perlindungan kesehatan publik secara jangka panjang.

Seminar ini diakhiri dengan komitmen bersama antara BNN dan para tokoh agama untuk mempercepat nota kesepahaman (MoU) terkait sosialisasi masif bahaya vape di seluruh jaringan organisasi keagamaan di Indonesia.

penulis : aleksandro

Continue Reading

TERKINI

Ekonomi13 hours ago

Nellava Bullion Tahan Harga di Tengah Tren Kenaikan Pasar

JAKARTA (19/4/2026) — Di tengah tren kenaikan harga emas yang terjadi di berbagai brand dan platform, Nellava Bullion justru mempertahankan...

News17 hours ago

Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai di Pontianak

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melalui Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Penyelundupan berhasil membongkar dugaan tindak...

News17 hours ago

Polda Metro Jaya Tebar 37 Ribu Benih Ikan di Muara Gembong, Dukung Ketahanan Pangan

Bekasi — Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono meninjau sekaligus memimpin penebaran benih ikan tahap kedua di tambak...

News2 days ago

Pemkot Jaktim Gelar Operasi Serentak Tangkap Ikan Sapu-Sapu di 10 Kecamatan

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan sebagai langkah konkret...

News3 days ago

Sinergi BNN RI dan Gus Rofi’i: Menakar Urgensi Regulasi Pelarangan Vape demi Selamatkan Generasi Muda

JAKARTA – Ancaman serius penggunaan rokok elektrik atau vape kini menjadi sorotan utama dalam sebuah seminar nasional yang digelar di...

Infotainment3 days ago

Bawa Lagu Mandarin ke Kancah Internasional, Icha Yang Dapat Dukungan dari Influencer Inge Fang

JAKARTA – Penyanyi muda berbakat asal Jember, Icha Yang, semakin memantapkan langkahnya di industri musik genre Mandarin. Terbaru, penyanyi berusia...

News4 days ago

Tragis! Aerox Hantam Trotoar, Pengendara Tewas! AKBP Ojo: Patuhi Rambu Lalulintas

JAKARTA — Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (16/4/2026) pagi. Seorang pengendara sepeda motor...

News4 days ago

Lirik Lagu Teman Istimewa By Aviwkila & Etenia Croft

Setiap kulihat dirinyaHatiku terasa berbungaApa ini rasanya suka?Dag dig dug kencang di dada.. Setiap kau dekat dengannyaBuatmu slalu salah tingkahPipimu...

News4 days ago

Personel Kodim 1710/Mimika Berpartisipasi Aktif dalam Seleksi Paskibraka 2026

Timika – Personel Kodim 1710/Mimika turut ambil bagian dalam kepanitiaan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mimika. Keterlibatan ini...

News7 days ago

Pekerja Cleaning Servis Masjidil Haram di Mekkah Keluhkan Pemotongan Gaji hingga Minimnya Jaminan Kesehatan

Sejumlah pekerja Indonesia yang tergabung dalam tim Cleaning servis atau petugas kebersihan di kawasan Masjidil Haram , Mekkah , menyampaikan...

Trending