Infotainment
Etenia Croft Rilis “Kau Selalu Ada”: Rayakan Ketulusan Persahabatan Lewat Audio-Visual yang Megah
Jakarta, 27 Mei 2026 – Tahun 2026 kembali menjadi pembuktian produktivitas bagi si cantik nan lincah, Etenia Croft. Penyanyi remaja yang baru genap berusia 13 tahun ini baru saja merilis singel keduanya di tahun ini. Melalui perilisan lagu terbaru ini, Etenia Croft tercatat telah mengantongi total 16 lagu dan 1 album di sepanjang karier bermusiknya.
Sejak awal lagu ini diputar, pendengar langsung disuguhkan aransemen musik yang sangat catchy dan terngiang terus di telinga. Dari detik pertama, ketukan nadanya secara instan membangun mood yang penuh semangat dan positif-sebuah warna musik yang telah menjadi ciri khas Etenia Croft selama ini.
Karya terbaru ini masih melibatkan kolaborasi solid yang senada dengan lagu-lagu Etenia sebelumnya, yaitu diciptakan oleh pelatih sekaligus pengarah vokal, Marvel Marlon. Menariknya, hal yang terasa berbeda dan menonjol kali ini dapat dinikmati saat menonton Music Video (MV) dari lagu tersebut. Etenia Croft menyuguhkan visual yang indah dan memanjakan mata dengan mengambil latar di beberapa negara Eropa. Ditambah lagi dengan kolaborasi koreografi dance yang begitu epik, proyek ini menegaskan totalitas penggarapan yang matang, baik dari sektor audio maupun visual. Video musik resmi ini sudah dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Etenia Croft.
Tema Sederhana dengan Makna Mendalam
Lagu “Kau Selalu Ada” membawa pesan mendalam mengenai esensi persahabatan dalam arti yang lebih luas. Melalui lagu ini, sahabat tidak melulu diartikan sebagai teman sebaya, melainkan siapa saja orang terdekat yang selalu setia membersamai setiap perjalanan kita. Mereka adalah sosok yang menjadi sistem pendukung (support system) dan siap mengulurkan tangan saat kita sedang menghadapi masalah dan kesulitan.
“Terima kasih banyak untuk semua teman-teman yang terus mendukung aku. Di tahun 2026 ini, aku masih punya beberapa proyek single dan lagu kolaborasi yang masih rahasia, nih! Biar teman-teman semua penasaran, hehehe…” celoteh Etenia Croft dengan nada jenaka saat ditanya mengenai kesan dan pesannya di sela-sela acara peluncuran lagu “Kau Selalu Ada” di Lippo Mall Nusantara, Rabu (27/5).
Infotainment
Elizabeth Tunggadewi, Winner Indonesia’s Girl Junior 2024 yang Peduli Lingkungan
Elizabeth Tunggadewi menunjukkan bahwa generasi muda juga mampu menjadi suara bagi lingkungan. Sejak kecil, gadis yang akrab di sapa Dewi mengaku sudah ditanamkan rasa cinta terhadap alam oleh keluarganya. Dari cerita-cerita tentang lingkungan yang ia dengar sejak kecil, tumbuh kepedulian besar terhadap sungai dan ekosistem sekitar.
“Aku dari kecil memang sudah suka diceritain tentang lingkungan. Dari situ muncul rasa mencintai lingkungan dan akhirnya mulai melakukan advokasi untuk lingkungan,” ujar Dewi, saat ditemui Tim Wartahot, Ucok, di kawasan Depok.
Perjalanannya semakin berkembang setelah dirinya berhasil meraih gelar Indonesia’s Girl Junior 2024. Melalui platform tersebut, Elizabeth Tunggadewi mulai aktif mengangkat isu lingkungan yang menurutnya masih jarang dibahas oleh masyarakat luas.
“Akhirnya aku merasa ingin fokus mengadvokasi lingkungan. Sekarang aku memang aktif melakukan advokasi, terutama untuk Sungai Ciliwung,” katanya.
Kepeduliannya terhadap lingkungan tidak hanya sebatas kampanye di media sosial. Dewi turun langsung membersihkan sungai dan ikut bergelut dengan lumpur demi menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kondisi sungai yang kotor merupakan akibat dari ulah manusia sendiri.
“Kalau sungainya kotor, itu salah satunya karena perbuatan kita sendiri. Jadi kenapa harus jijik? Kita harus sadar bahwa itu akibat dari membuang sampah sembarangan dan pencemaran lingkungan,” jelasnya.
Dalam perjalanan advokasinya, Elizabeth Tunggadewi mendapat dukungan penuh dari keluarga, terutama kedua orang tuanya. Ia mengatakan bahwa sang mama dan papa selalu mendukung setiap langkah yang ia lakukan untuk menjaga lingkungan.
“Mama dan papa selalu ada di belakang aku untuk mendukung dan membuat aku berkembang di dunia lingkungan,” ungkapnya.
Tak hanya aktif dalam aksi lingkungan, Elizabeth Tunggadewi juga mendirikan sebuah rumah belajar bernama RBCC atau Rumah Belajar Ciliwung Ceria. Di tempat tersebut, ia mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di kawasan Pejaten, Pasar Minggu.
“Aku founder Rumah Belajar Ciliwung Ceria. Di sana kami belajar bahasa Inggris sekaligus belajar menjaga lingkungan,” ujarnya.
Dewi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan untuk ikut bergabung mengajar dan melakukan kegiatan sosial lingkungan bersama Rumah Belajar Ciliwung Ceria / RBCC.
Selain itu, Dewi turut menyoroti isu ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di sungai. Menurutnya, ikan tersebut sebenarnya hanya berusaha bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang tercemar.
“Ikan sapu-sapu itu tidak sepenuhnya salah. Mereka hanya bertahan hidup dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang tercemar, sehingga menjadi invasif,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Dewi mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar.
“Ayo kita jaga lingkungan bersama, jangan buang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Kalau sungainya bersih, kita semua juga yang bisa menikmatinya,” tutup Dewi. *** UCOK
Infotainment
Renata Dvika tampil pada event Illuma Trunkshow 2026 , dengan sentuhan busana sportware memenuhi gaya Hidup Urban dan Tren.
Gelaran Illuma Trunkshow 2026 yang berlangsung di PIK Avenue, Jakarta Utara, pada Minggu, 10 Mei 2026, sukses menarik perhatian pengunjung pusat perbelanjaan. Acara kolaborasi antara Favor x Illuma ini menghadirkan pertunjukan fashion show yang menampilkan karya para desainer berbakat serta kemampuan para model dari berbagai kategori usia.
Gelaran tersebut menjadi panggung bagi koleksi terbaru bertema casual sporty dengan konsep yang trendi dan energik. Koleksi yang dipamerkan merupakan karya dari Artoe’s Official, Arsita Craft, Angglang by Omar, serta kolaborasi eksklusif Favor x Illuma.
Salah satu sorotan utama dalam acara ini adalah penampilan Renata Dvika. Sebagai salah satu model yang tampil, Renata mengenakan busana rancangan Artoe’s Official. Ia tampak sangat percaya diri saat melintasi runway, memukau penonton dengan penguasaan panggung yang matang.
Penampilan Renata Dvika membuktikan kemampuannya sebagai model pre-teen yang sukses. Dengan ekspresi yang tepat dan teknik catwalk yang baik, ia berhasil mewakili semangat generasi muda yang aktif dan berani.
Fenomena ini juga menegaskan bahwa busana sportswear kembali menjadi tren utama bagi penduduk urban di kota-kota besar. Lebih dari sekadar pakaian olahraga, sportswear kini telah bertransformasi menjadi identitas gaya hidup sehat sekaligus pernyataan mode yang menarik, bahkan saat dipresentasikan di atas panggung formal maupun lapangan olahraga.
Infotainment
Ry Hyori Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Lewat Kegiatan Olahraga Padel dan Edukasi Keluarga
Jakarta – Kegiatan olahraga padel yang digelar pada akhir pekan ini menghadirkan konsep yang unik dengan memadukan aktivitas fisik dan edukasi. Tidak hanya sebuah turnamen, acara ini juga menjadi ajang diskusi penting tentang peran keluarga dalam menghadapi ancaman narkoba. Dalam kesempatan tersebut, Hyori hadir sebagai narasumber dalam podcast bersama BNN RI dan Pendeta Yerry Pattinasarany.
Hyori mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk lebih dari sekadar kompetisi olahraga. Ia menyebutkan, “Today we had a podcast regarding this event, dan topiknya tentang keluarga dan peran keluarga dalam menghadapi drugs dan hal-hal negatif.”
Menurutnya, pendekatan edukasi yang dikemas dengan konsep olahraga sehat ini sangat menarik. “Menarik ya, di tengah turnamen ada edukasi bukan cuma soal drugs, tapi juga keluarga. Jadi budaya olahraga sehat ini bisa terkoneksi dengan kampanye BNN tentang war on drugs,” tambahnya.
Hyori juga menekankan bahwa keluarga merupakan benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif, seperti narkoba. “Family itu seperti barrier, seperti great wall yang melindungi kita dari hal-hal negatif seperti narkoba, lingkungan yang tidak baik, dan pergaulan yang salah,” jelasnya.
Ia juga berbagi pengalamannya tentang kedekatan dan komunikasi dalam keluarganya yang dianggapnya sangat berperan dalam membentuk karakter diri. “Keluarga kami sangat komunikatif, sering ngobrol banyak hal, baik positif maupun negatif. Orang tua juga sering menasihati, jadi saya terbiasa disiplin dan tegas terhadap aturan,” tambahnya.
Pendeta Yerry Pattinasarany yang turut hadir dalam diskusi tersebut juga menyampaikan pentingnya pendekatan kreatif untuk generasi muda. “Anak muda sekarang butuh pendekatan yang kreatif. Tidak bisa lagi hanya duduk lihat slide. Dengan konsep seperti ini—olahraga, komunitas, dan diskusi—pesan jadi lebih mudah diterima,” ujarnya.
Pendeta Yerry, yang merupakan mantan pengguna narkoba selama sembilan tahun, juga berbagi pengalaman pribadi. Menurutnya, perubahan dalam hidupnya sangat dipengaruhi oleh sosok ayah yang hadir dalam kehidupannya. “Ayah saya memilih meninggalkan kariernya untuk hadir sebagai ayah. Itu yang jadi titik balik saya. Bicara soal pencegahan narkoba tanpa keluarga itu seperti meninju angin,” tegasnya.
Selain itu, Pendeta Yerry juga menyoroti peran keluarga dalam proses pemulihan, seperti yang terlihat dalam kasus Coki Pardede yang menunjukkan perubahan positif setelah mendapatkan dukungan dari keluarga. “Ketika orang tua mulai hadir, ada perubahan. Bahkan kalimat sederhana dari ibu bisa jadi kekuatan besar untuk bangkit,” ujarnya.
Hyori menanggapi dengan berbagi cara dirinya menjauhi pengaruh negatif. “Pertama harus takut akan Tuhan, kedua dekat dengan keluarga, dan jangan takut bilang tidak saat ditawarkan narkoba. Karena itu bukan solusi, justru menambah masalah,” kata Hyori.
Di akhir sesi, Hyori memberikan pesan kepada generasi muda untuk berani menjaga diri dan masa depan mereka. “Untuk Gen Z dan Gen Alpha, jangan takut menolak narkoba. Kita harus mencintai diri sendiri dan sadar bahwa itu bukan jalan keluar,” tutupnya.
Pendeta Yerry pun menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam mencegah narkoba. “Masa depan bukan hanya di tangan anak muda, tapi juga peran ayah. Narkoba adalah mimpi buruk bagi keluarga, tapi cinta dalam keluarga adalah mimpi buruk bagi narkoba,” tutupnya dengan tegas.
Kegiatan ini menjadi contoh yang kuat bagaimana kolaborasi antara olahraga, komunitas, dan edukasi dapat memperkuat kampanye pencegahan narkoba dengan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda.
-
News1 week agoBrigade 08 Minta Lingkaran Dekat Prabowo Sampaikan Kondisi Rakyat yang Sebenarnya
-
News4 weeks agoAset Sitaan Beromzet Rp 40 Miliar Diduga Dikelola Secara Ilegal, Kasus PT PAL Memunculkan Pertanyaan Baru
-
Infotainment4 weeks agoInspiratif! Aleeya, Model Cilik Indonesia Bersinar di Bangkok
-
Hukum4 weeks agoMaradona Marinir “Mas Don” Influencer Menipu Korban Modus jual HP
-
Entertainment4 weeks agoAksi Spontan Sebelum Manggung: Aldi Taher Ajak Penonton Bersyahadat Dilobi
-
Ekonomi3 weeks agoOverstock Beras di Gudang BULOG Cimahi, DPR RI Sarankan Penataan dan Redistribusi
-
Sosial4 weeks agoRenata podcast bersama BNN dan MVBT Entertainment di Hari Kartini: Bongkar Realita Narkoba di Dunia Hiburan
-
Infotainment4 weeks agoKota Tua Tetap Menjadi Sumber Penghidupan bagi Warga Lokal
