Connect with us

Entertainment

Stelly Currie dan Mak Vera Jajaki Kolaborasi Indonesia-Australia, Buka Peluang Talenta Muda Go Internasional

Published

on

Jakarta – Pertemuan antara artis senior Stelly Currie dan CEO MVBT Entertainment, Mak Vera, ternyata tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu setelah hampir satu dekade tak bertemu. Dari pertemuan hangat tersebut, keduanya justru membahas peluang kerja sama yang berpotensi membuka jalan bagi talenta muda Indonesia untuk menembus pasar internasional.

Stelly Currie yang kini aktif mengelola SCK Artist Management di Australia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama MVBT Entertainment. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta berbakat yang layak mendapatkan kesempatan lebih luas untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia.

“Ini bukan bergabung, tetapi berkolaborasi. Saya punya SCK Artist Management di Australia dan Mak Vera punya MVBT Entertainment di Indonesia. Kami ingin menciptakan peluang yang lebih besar bagi talenta-talenta muda yang memiliki potensi,” ujar Stelly.

Melihat Potensi Talenta Indonesia

Selama berkiprah di Australia, Stelly mengaku kerap mengikuti perkembangan industri hiburan Tanah Air melalui media sosial. Dari pengamatannya, banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kualitas dan karakter kuat yang dibutuhkan industri kreatif internasional.

Menurut Stelly, identitas dan karakter khas yang dimiliki talenta Indonesia justru menjadi nilai tambah di tengah persaingan industri hiburan global yang semakin beragam.

Renata Dvika Kusuma Curi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, salah satu talenta muda MVBT Entertainment, Renata Dvika Kusuma, turut hadir dan mendapat perhatian khusus dari Stelly.

Artis senior itu mengaku terkesan dengan karakter serta potensi yang dimiliki Renata. Ia menilai kecantikan khas Indonesia yang dimiliki Renata dapat menjadi daya tarik tersendiri jika suatu saat berkarier di tingkat internasional.

“Saya suka karakter wajah Indonesia yang autentik. Ada identitas yang kuat dan itu menjadi nilai lebih. Renata punya potensi yang sangat baik untuk berkembang,” kata Stelly.

Sementara itu, Renata mengaku antusias jika suatu saat mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karier di luar negeri.

“Tentu saja saya mau. Saya ingin melihat dunia di luar Indonesia, belajar hal-hal baru, dan mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Kalau ada kesempatan berkarier di Australia atau negara lain, saya pasti senang sekali,” tutur Renata.

Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Meski peluang internasional terbuka lebar, Stelly menegaskan bahwa pendidikan tetap harus menjadi perhatian utama, terutama bagi talenta muda yang masih duduk di bangku sekolah.

Hal serupa juga disampaikan Mak Vera. Menurutnya, pengembangan karier dan pendidikan harus berjalan beriringan agar para talenta memiliki bekal yang kuat untuk masa depan.

“Kesuksesan bukan hanya soal popularitas, tetapi juga pendidikan, karakter, dan kemampuan beradaptasi. Itu yang selalu kami tanamkan kepada para talenta di MVBT Entertainment,” ujar Mak Vera.

Ia mengungkapkan, meski baru bergabung dengan manajemennya, Renata sudah mulai mendapatkan sejumlah peluang di industri hiburan, mulai dari podcast, proyek film pendek, hingga film layar lebar.

“Alhamdulillah, Renata sudah mendapatkan beberapa kesempatan yang baik. Saya melihat ini sebagai hasil dari bakat dan kerja kerasnya sendiri,” tambahnya.

Pertemuan Dua Generasi

Momen menarik lainnya terlihat saat Laura Currie, putri Stelly Currie yang kini menetap di Australia, berbincang hangat dengan Renata.

Laura yang berprofesi sebagai dosen di bidang kesehatan dan sains sekaligus aktif sebagai musisi rock tampak akrab berdiskusi dengan Renata menggunakan bahasa Inggris.

Bagi Stelly dan Mak Vera, momen tersebut menjadi gambaran bagaimana generasi muda dari dua negara dapat saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan dalam dunia kreatif.

Buka Jalan ke Panggung Internasional

Melalui jaringan yang dimiliki SCK Artist Management, Stelly menyebut terdapat banyak peluang yang bisa diakses talenta Indonesia, mulai dari festival musik, pertunjukan budaya, pemotretan fashion, hingga berbagai program pengembangan talenta di Australia.

Tak hanya itu, peluang tampil dalam showcase internasional maupun kegiatan fashion week juga menjadi salah satu agenda yang sedang dipertimbangkan dalam rencana kolaborasi tersebut.

Meski masih berada pada tahap awal, Stelly Currie dan Mak Vera optimistis kerja sama ini dapat menjadi langkah positif untuk membantu talenta muda Indonesia mendapatkan pengalaman, jaringan profesional, dan kesempatan yang lebih luas di tingkat global.

Berawal dari pertemuan sederhana antara dua sahabat lama, kolaborasi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak pintu bagi generasi muda Indonesia untuk bersinar di panggung internasional.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Entertainment

Aldo Sianturi Bahas Perubahan Ekosistem Musik, Algoritma, A&R, hingga Tantangan Musisi di Era Digital

Published

on

PENULIS : KATASIBOY

JAKARTA, 18 Juli 2026 – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam industri musik. Jika dahulu perusahaan rekaman memegang kendali utama dalam proses produksi, promosi, hingga distribusi karya, kini siapa pun dapat merilis lagu secara mandiri melalui berbagai platform digital.

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Di tengah derasnya arus informasi dan jutaan karya musik yang dirilis setiap hari, tantangan terbesar bagi musisi bukan lagi sekadar mendapatkan akses untuk merilis lagu, melainkan bagaimana karya tersebut mampu mendapatkan perhatian publik.

Hal tersebut menjadi salah satu topik pembahasan dalam perbincangan bersama Aldo Sianturi, seorang praktisi yang telah lama berkecimpung di industri musik Indonesia. Pengalamannya mencakup label rekaman, distribusi digital, pengembangan talenta, hingga perannya saat ini sebagai Music Business Consultant.

Menurut Aldo, perubahan terbesar dalam industri musik bukan sekadar peralihan dari format CD ke layanan streaming, melainkan perubahan kekuasaan dalam ekosistem musik.

“Perubahan terbesar bukanlah perpindahan dari CD ke streaming. Perubahan terbesar adalah perpindahan kekuasaan,” ujar Aldo.

Ia menjelaskan, dahulu industri musik banyak dikendalikan perusahaan rekaman yang menentukan siapa yang direkam, dipromosikan, dan didistribusikan. Kini, kekuasaan tersebut semakin bergeser kepada platform digital dan konsumen.

“Sekarang siapa pun bisa merilis lagu, tetapi tantangannya bukan lagi akses masuk. Tantangannya adalah bagaimana mendapatkan perhatian. Kita hidup di era attention economy, bukan lagi distribution economy,” katanya.

Algoritma dan Perubahan Kebiasaan Mendengarkan Musik

Aldo menilai, hubungan antara manusia dan algoritma dalam industri musik berjalan dua arah. Algoritma belajar dari perilaku manusia, namun pada saat yang sama algoritma juga memengaruhi pilihan pendengar melalui rekomendasi musik.

“Manusia menciptakan algoritma, tetapi algoritma kemudian menciptakan kebiasaan baru dalam mendengarkan musik,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kesalahpahaman sejumlah musisi yang menganggap algoritma sebagai semacam tombol ajaib untuk membuat lagu menjadi populer.

Menurut Aldo, algoritma bukanlah sistem yang menyukai sebuah lagu, melainkan sistem yang membaca perilaku pengguna.

“Algoritma hanyalah sistem distribusi perhatian. Algoritma tidak menyukai lagu. Algoritma menyukai perilaku pengguna,” ujarnya.

Perilaku tersebut dapat terlihat dari durasi pendengar menyimak lagu, apakah lagu disimpan, dibagikan, atau kembali diputar oleh pengguna.

Karena itu, menurut Aldo, algoritma tidak secara langsung menciptakan sebuah hit. Algoritma hanya dapat mempercepat penyebaran sebuah karya yang telah menunjukkan sinyal positif dari pendengar.

“Kalau lagunya tidak menarik, algoritma hanya akan memperlihatkan kegagalannya lebih cepat. Sebaliknya, lagu yang kuat akan mendapat momentum lebih cepat karena perilaku pendengar mendukungnya,” tuturnya.

Pentingnya A&R dalam Menemukan Talenta

Dalam industri musik, peran Artists & Repertoire atau A&R juga menjadi bagian penting dalam menentukan arah pengembangan artis dan karya.

Aldo menjelaskan, repertoire merupakan proses memilih karya dan talenta yang layak menjadi investasi. Proses tersebut tidak hanya berkaitan dengan mencari penyanyi yang memiliki kemampuan vokal.

“Dia mencari kombinasi antara karakter, lagu, visi, dan peluang pasar. Kalau marketing menjual produk, repertoire membantu menentukan produk apa yang layak dijual,” katanya.

Saat menilai potensi artis yang belum memiliki angka streaming besar, Aldo mengaku melihat tiga hal utama, yakni identitas, repertoar, dan konsistensi.

Menurutnya, seorang artis harus memiliki karakter yang jelas, karya yang memiliki kualitas untuk bertahan, serta konsistensi karena karier musik dibangun dalam jangka panjang.

“Streaming bisa dibeli. Karakter tidak,” tegasnya.

Data dan Insting Harus Berjalan Bersama

Di era industri musik yang semakin berbasis data, Aldo tidak melihat data dan insting sebagai dua hal yang harus dipertentangkan.

“Data menjelaskan apa yang sudah terjadi. Insting mencoba melihat apa yang belum terjadi,” ujarnya.

Menurut Aldo, jika industri hanya mengandalkan data, maka pelaku industri akan selalu mengejar sesuatu yang sudah terjadi. Sebaliknya, jika hanya mengandalkan insting, keputusan yang diambil dapat kehilangan objektivitas.

“Keputusan terbaik selalu berada di pertemuan keduanya,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa data tidak selalu mampu memprediksi inovasi. Sebab, sesuatu yang benar-benar baru belum tentu memiliki sejarah atau pola yang dapat dibaca oleh data.

“Data selalu melihat sejarah. Padahal inovasi belum punya sejarah,” jelasnya.

Jangan Hanya Mengejar Viral

Aldo juga menilai industri musik saat ini terlalu sibuk mengejar popularitas sesaat melalui viralitas.

Menurutnya, viral memang dapat menghasilkan perhatian, tetapi bisnis musik yang kuat dibangun melalui katalog.

“Viral hanya menghasilkan perhatian. Katalog menghasilkan pendapatan puluhan tahun,” ujarnya.

Ia menilai lagu-lagu yang memiliki nilai jangka panjang dapat terus menghasilkan pendapatan bahkan puluhan hingga ratusan tahun setelah diciptakan.

“Itulah aset sebenarnya,” tambahnya.

Menurut Aldo, sejumlah musisi juga kerap terlalu fokus mengejar jumlah follower, views, dan playlist. Meski angka-angka tersebut penting, ia menilai semua itu bukan fondasi utama.

“Kalau karya dan positioning lemah, angka hanya menjadi kosmetik,” katanya.

Sebaliknya, hal-hal yang justru sering diabaikan musisi adalah hak cipta, music publishing, metadata, kontrak, serta data audiens.

Padahal, menurut Aldo, aspek-aspek tersebut memiliki nilai ekonomi yang penting untuk membangun karier musik dalam jangka panjang.

“Musisi sering fokus membuat lagu, tetapi lupa membangun bisnis di belakang lagu tersebut,” ungkapnya.

Musisi Masa Depan Harus Memiliki Literasi Bisnis

Melihat perkembangan industri musik dalam lima tahun ke depan, Aldo memprediksi adanya tiga arah besar, yakni penggunaan kecerdasan buatan atau AI sebagai alat kerja sehari-hari, data yang semakin menjadi bahasa utama dalam pengambilan keputusan, serta katalog musik yang semakin bernilai sebagai aset.

“Musisi yang menang bukan yang paling viral, tetapi yang mampu membangun intellectual property yang kuat,” tuturnya.

Karena itu, menurut Aldo, kemampuan bermusik saja tidak cukup bagi musisi masa kini. Seorang musisi juga perlu memiliki literasi bisnis, literasi teknologi, kemampuan komunikasi, storytelling, serta kemampuan membaca data.

“Hari ini musisi bukan hanya seniman. Ia juga entrepreneur,” ujarnya.

Di akhir perbincangan, Aldo menyampaikan pesan bagi anak muda yang ingin membangun karier di industri musik.

“Jangan bercita-cita menjadi penyanyi terkenal. Bercita-citalah menjadi pemilik aset musik,” katanya.

Menurutnya, popularitas dapat datang dan pergi. Namun, kepemilikan atas lagu, hak cipta, katalog, serta audiens yang setia dapat menjadi fondasi bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

“Karena pada akhirnya, musik bukan hanya tentang menciptakan lagu. Musik adalah tentang menciptakan nilai yang terus hidup bahkan ketika lampu panggung sudah padam,” pungkas Aldo.

Continue Reading

Entertainment

Ariana Ivy Curi Perhatian, Perankan Peri Sirala Sekaligus Isi 5 Lagu Film Timun Mas in Wonderland

Published

on

Jakarta – Di usianya yang baru menginjak 7 tahun, Ariana Ivy kembali menunjukkan bakatnya di dunia hiburan. Penyanyi dan aktris cilik ini dipercaya memerankan karakter Peri Sirala dalam film Timun Mas in Wonderland. Menariknya, Ariana tak hanya berakting, tetapi juga mengisi lima lagu yang menjadi soundtrack film tersebut.

Kepercayaan besar itu diumumkan dalam acara doa bersama sekaligus perkenalan pemain dan karakter film. Momen tersebut menjadi langkah baru bagi Ariana untuk mengeksplorasi kemampuan akting dan bernyanyi dalam satu proyek sekaligus.

Meski masih belia, Ariana mengaku menjalani proses persiapan dengan penuh semangat. Hari-harinya diisi dengan latihan akting dan les vokal agar dapat memberikan penampilan terbaik di depan kamera maupun saat membawakan lagu.

“Persiapannya latihan terus, les akting, dan les menyanyi,” ujar Ariana dengan antusias.

Bagi Ariana, tantangan terbesar justru datang saat merekam lima soundtrack film. Setiap lagu memiliki nuansa yang berbeda sehingga ia harus belajar menghayati lirik dan emosi agar selaras dengan jalan cerita.

“Aku harus belajar mengeluarkan feeling sesuai yang diinginkan Om Andrei Aksana sebagai pencipta lagu, sekaligus menyesuaikannya dengan adegan di film,” ungkapnya.

Kelima lagu yang dibawakan Ariana adalah Welcome to Wonderland, Seperti Bintang dan Rembulan, Buah Hati, Sang Pemenang, dan Cinta Menemukanmu. Lagu-lagu tersebut akan menjadi bagian penting dalam membangun suasana dan emosi sepanjang film.

Ariana juga tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena dipercaya menjadi bagian dari film yang mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Baginya, kesempatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus penyemangat untuk terus berkarya.

“Aku sangat senang bisa membanggakan orang tua, negara, dan semua yang sudah memberikan kepercayaan kepada aku,” tuturnya.

Lewat karakter Peri Sirala dan lima soundtrack yang dibawakannya, Ariana berharap karya terbarunya bisa diterima dengan hangat oleh penonton dari berbagai kalangan.

“Semoga banyak yang menonton filmnya, suka dengan ceritanya, dan juga suka dengan lagu-lagu yang aku nyanyikan,” tutup Ariana.

Continue Reading

Entertainment

Cerita Menarik Pembuatan MV Terbaru Aldi Taher & Band

Published

on

Penulis : Katasiboy

JAKARTA – Nama Aldi Taher kembali mencuri perhatian. Musisi sekaligus entertainer yang dikenal dengan gaya ceplas-ceplosnya itu baru saja merilis video klip single terbarunya bertajuk “Bodo Amat” melalui kanal YouTube Aldi Taher TV.

Sehari setelah proses syuting rampung, Aldi Taher bersama personel bandnya, yakni Mende (lead gitar), Phitoy (gitar), Ferry (drum), Ame (bass), dan Kim (keyboard), berbagi cerita mengenai proses kreatif di balik video klip tersebut.

Band yang berdiri pada 2 April 2021 itu mengaku sengaja menghadirkan konsep yang sederhana dan apa adanya. Ketika ditanya mengenai konsep video klip, Aldi justru menjawab dengan gaya khasnya.

“Yang jadi sutradara teman sendiri, @katasiboy. Kalau konsepnya apa? Enggak tahu… bodo amat,” ucap Aldi sambil tertawa.

Meski terdengar santai, Aldi menjelaskan bahwa lagu dan video klip tersebut membawa pesan agar tidak mudah terpengaruh oleh komentar orang lain.

“Konsepnya kita enggak peduli perkataan manusia. Yang kita peduli adalah perkataan dari langit. Jadi bodo amat, selama tidak merugikan orang. Kalau merugikan orang, ya harus minta maaf,” katanya.

Proses pembuatan video klip pun berlangsung cukup singkat. Ame sempat melontarkan candaan bahwa syuting hanya memakan waktu tiga hingga empat menit sebelum akhirnya mengoreksi jawabannya.

“Empat puluh lima menit,” ujarnya disambut gelak tawa personel lainnya.

Di balik nuansa humor yang mendominasi, Aldi mengungkapkan ada satu adegan yang menurutnya memiliki makna penting, yakni adegan salat.

“Video klip ini mengingatkan bahwa sesibuk apa pun kegiatan kita, jangan lupa salat,” tutur Aldi.

Saat ditanya mengapa lagu “Bodo Amat” yang dipilih untuk dibuat video klip, Ame menjawab singkat bahwa keputusan itu muncul secara spontan.

“Random saja, tengah malam enggak ada kegiatan,” katanya.

Soal makna lagu, Aldi kembali menjawab dengan gaya yang sulit ditebak.

“Terserah kalian mau menceritakan tentang apa,” ujarnya.

Namun, ia mengakui inspirasi lagu tersebut berasal dari dirinya sendiri dan lebih menggambarkan sikap bertawakal dalam menjalani kehidupan.

“Tidak semua harus dipikirkan, kadang cukup dimaklumi. Jadi ini lebih ke tawakal,” jelasnya.

Dalam proses berkarya, Aldi mengatakan seluruh personel terlibat secara kolektif. Bahkan, ia menyelipkan candaan mengenai bentuk “patungan” di dalam band.

“Kim bayar listrik karena dia yang punya studio, Phitoy patungan bensin dari Tambun,” ucapnya sambil tertawa.

Ketika ditanya bagaimana mereka menyelesaikan perbedaan pendapat, Aldi kembali menjawab dengan gaya khasnya.

“Penyelesaian itu bukan di dunia tapi di akhirat. Jadi di dunia ini kita saling sayang,” katanya.

Menutup obrolan, Aldi berharap video klip “Bodo Amat” dapat diterima masyarakat. Namun seperti biasa, ia memberikan jawaban yang tak terduga.

“Harapan terbesarnya ya insyaallah masuk surga,” ucapnya.

Sementara itu, personel band Tika menyampaikan pesan sederhana bagi para pendengar agar tidak terlalu memikirkan komentar negatif di media sosial.

“Jadi diri sendiri, enggak usah baca komentar, matikan live comment,” ujarnya.

Aldi pun menutup dengan kalimat yang kembali mengundang senyum.

“Enggak usah dengerin lagu ini, salat, baca Al-Qur’an, berkah,” tutupnya.

Continue Reading

TERKINI

Hukum8 hours ago

POLDA METRO JAYA BERHASIL MENGUNGKAP PEREDARAN NARKOTIKA GOLONGAN II JENIS ETOMIDATE SEBANYAK 8.698 PCS CARTRIDGE

JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Kali ini, Ditresnarkoba Polda...

News8 hours ago

Patroli Jalan Kaki Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Buka Ruang Dialog dengan Warga di Puncak Jaya

Puncak Jaya – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 melaksanakan patroli jalan kaki di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (26/7/2026)....

Budaya8 hours ago

Rayakan Hari Anak Nasional, Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Tebar Kebahagiaan untuk Anak-anak di Lapak Pemulung

TANGERANG SELATAN – Hari Anak Nasional tak selalu harus dirayakan dengan seremoni atau acara formal. Puteri Anak dan Puteri Remaja...

News13 hours ago

Pengamat: Tak Ada Lagi Hambatan, Anies Baswedan Berpeluang Maju di Pilpres 2029

JAKARTA – Pengamat politik Adi Prayitno menilai terbukanya peluang bagi seluruh tokoh politik untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan...

News1 day ago

Hut 27 Tahun LMND, Usung Politik Redistribusi untuk Persempit Kesenjangan dan Sejahterakan Rakyat

JAKARTA – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) memperingati hari lahir ke-27 dengan meluncurkan manifesto program juang bertajuk “Politik Redistribusi...

News4 days ago

Karaton Surakarta Tegaskan Komitmen Perkuat Kepastian Hukum dan Pelestarian Warisan Budaya

SURAKARTA – Karaton Surakarta Hadiningrat menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kepastian hukum, adat, sejarah, dan kelembagaan sebagai dasar dalam menjaga keberlangsungan...

Hukum4 days ago

Machi Achmad Kecewa Tuntutan Jaksa dan Vonis 6 Bulan terhadap Terdakwa Kasus Penganiayaan Darwin-Angel

JAKARTA – Pengacara Machi Achmad, S.H., M.H., selaku kuasa hukum Darwin dan Angel, mengaku kecewa terhadap tuntutan jaksa dan putusan...

News5 days ago

Kanwil DJP Jakarta Pusat Perkuat Kolaborasi Pentahelix untuk Wujudkan Ketahanan Fiskal

JAKARTA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Forum Silaturahmi...

News5 days ago

Kadiv Humas Polri: 79 Pusat Studi Kepolisian Perkuat Transformasi Berbasis Riset

JAKARTA – Polri terus memperkuat transformasi kelembagaan menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi. Salah satu langkah yang dilakukan yakni...

Infotainment5 days ago

Mengenal Michael Eten, Sosok yang Aktif Dorong Masyarakat Berpikir Kritis Lewat Media Sosial

WARTAHOT, Jakarta – Media sosial kini tidak hanya menjadi ruang untuk berbagi informasi dan hiburan. Bagi Michael Chandra atau yang...

Trending