Entertainment
Tampil di Hunan TV China, Icha Yang Buktikan Penyanyi Daerah Bisa Go Internasional
Jember — Penyanyi asal Jember, Jawa Timur, Icha Yang, sukses mencuri perhatian lewat penampilannya di program televisi ternama China, Hunan TV. Aksi panggungnya yang memukau membuat namanya mulai dikenal di kancah internasional.
Dengan suara khas dan teknik vokal yang matang, Icha membawakan lagu Mandarin dengan penuh penghayatan. Tak hanya itu, penampilannya yang anggun di atas panggung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dari berbagai negara.
Perjalanan Icha menuju panggung internasional bukan tanpa tantangan. Salah satu hal yang paling menantang adalah penguasaan bahasa Mandarin. Sebagai penyanyi Indonesia tanpa latar belakang Tionghoa, ia harus berlatih ekstra agar pelafalan lagu terdengar natural.
“Bagi saya, menyanyikan lagu Mandarin itu tantangan besar. Tapi saya sangat menikmati prosesnya,” ungkap Icha.
Kecintaan Icha terhadap musik Mandarin sudah tumbuh sejak lama. Ia bahkan memiliki misi untuk memperkenalkan lagu Mandarin ke masyarakat yang lebih luas, termasuk di Indonesia. Untuk itu, ia juga mencoba menggabungkan unsur musik lokal seperti dangdut dan koplo agar lebih mudah diterima.
Kesempatan besar ini datang saat Icha mengikuti program Youth Creation Song, sebuah ajang internasional yang mempertemukan musisi muda dari berbagai negara. Program tersebut resmi diluncurkan pada 18 April 2026 di Changsha, China.
Penampilan Icha di ajang tersebut mendapat respons positif dari penonton. Ia pun dinilai berhasil menunjukkan bahwa talenta dari daerah memiliki peluang besar untuk bersaing di panggung global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih luas. Icha Yang kini menjadi salah satu contoh penyanyi muda Indonesia yang mampu membawa warna musik lintas budaya ke tingkat internasional.
Entertainment
Mamang Osa Beberkan Rahasia Chemistry Pemain Dukun Magang: Day 1 Langsung Bonding
Jakarta – Proses syuting film horor komedi Dukun Magang menyimpan banyak cerita menarik bagi para pemainnya. Salah satu yang paling berkesan datang dari Hana Saraswati yang mengungkap adegan sungai menjadi tantangan terberat selama produksi berlangsung.
Saat ditemui dalam sesi wawancara film Dukun Magang, Hana menceritakan adegan tersebut membutuhkan waktu pengambilan gambar yang sangat panjang dan penuh konsentrasi.
“Yang paling berat itu adegan sungai depan papan. Adegan sungai itu kita ambil dari jam satu siang sampai matahari terbenam. Karena memang panjang, banyak yang harus disampaikan, banyak informasinya,” ujar Hana Saraswati.
Menurutnya, adegan tersebut tidak hanya menuntut stamina para pemain, tetapi juga fokus tinggi agar pesan yang ingin disampaikan dalam cerita tetap tersampaikan dengan baik kepada penonton.
“Kalau kita nggak hati-hati di situ, hasilnya bisa berbeda. Jadi kita benar-benar berusaha maksimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Mamang Osa mengungkapkan proses membangun chemistry antarpemain justru menjadi salah satu hal yang mempermudah jalannya syuting. Ia mengatakan seluruh pemain sudah menjalani workshop dan bonding sejak awal produksi.
“Day 1 kita sudah bonding, Day 2 kita workshop. Jadi semuanya sudah dekat dari awal,” kata Mamang Osa.
Kedekatan tersebut membuat para pemain lebih mudah mengeksplorasi karakter masing-masing di lokasi syuting. Bahkan, menurut mereka, suasana kekeluargaan sangat terasa selama proses produksi berlangsung.
“Kita benar-benar di-embrace. Semua jadi lebih nyaman untuk masuk ke karakter masing-masing,” tambahnya.
Tak hanya soal akting, momen kebersamaan di luar syuting juga menjadi kenangan tersendiri bagi para pemain. Hana bahkan sempat menanggapi candaan soal kebiasaan makan bersama selama berada di lokasi syuting.
“Itu kita makan pakai tangan, kami-kami semua,” ucap Hana sambil tertawa.
Melalui proses syuting yang penuh tantangan sekaligus keakraban tersebut, para pemain berharap Dukun Magang bisa menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda dengan perpaduan horor dan komedi yang segar.
Film Dukun Magang sendiri siap menyuguhkan kisah penuh teror, misteri, sekaligus humor yang diharapkan mampu menghibur penonton saat tayang di bioskop.
Entertainment
Stelly Currie dan Mak Vera Jajaki Kolaborasi Indonesia-Australia, Buka Peluang Talenta Muda Go Internasional
Jakarta – Pertemuan antara artis senior Stelly Currie dan CEO MVBT Entertainment, Mak Vera, ternyata tidak sekadar menjadi ajang melepas rindu setelah hampir satu dekade tak bertemu. Dari pertemuan hangat tersebut, keduanya justru membahas peluang kerja sama yang berpotensi membuka jalan bagi talenta muda Indonesia untuk menembus pasar internasional.
Stelly Currie yang kini aktif mengelola SCK Artist Management di Australia melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama MVBT Entertainment. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta berbakat yang layak mendapatkan kesempatan lebih luas untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung dunia.
“Ini bukan bergabung, tetapi berkolaborasi. Saya punya SCK Artist Management di Australia dan Mak Vera punya MVBT Entertainment di Indonesia. Kami ingin menciptakan peluang yang lebih besar bagi talenta-talenta muda yang memiliki potensi,” ujar Stelly.
Melihat Potensi Talenta Indonesia
Selama berkiprah di Australia, Stelly mengaku kerap mengikuti perkembangan industri hiburan Tanah Air melalui media sosial. Dari pengamatannya, banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kualitas dan karakter kuat yang dibutuhkan industri kreatif internasional.
Menurut Stelly, identitas dan karakter khas yang dimiliki talenta Indonesia justru menjadi nilai tambah di tengah persaingan industri hiburan global yang semakin beragam.
Renata Dvika Kusuma Curi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, salah satu talenta muda MVBT Entertainment, Renata Dvika Kusuma, turut hadir dan mendapat perhatian khusus dari Stelly.
Artis senior itu mengaku terkesan dengan karakter serta potensi yang dimiliki Renata. Ia menilai kecantikan khas Indonesia yang dimiliki Renata dapat menjadi daya tarik tersendiri jika suatu saat berkarier di tingkat internasional.
“Saya suka karakter wajah Indonesia yang autentik. Ada identitas yang kuat dan itu menjadi nilai lebih. Renata punya potensi yang sangat baik untuk berkembang,” kata Stelly.
Sementara itu, Renata mengaku antusias jika suatu saat mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karier di luar negeri.
“Tentu saja saya mau. Saya ingin melihat dunia di luar Indonesia, belajar hal-hal baru, dan mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Kalau ada kesempatan berkarier di Australia atau negara lain, saya pasti senang sekali,” tutur Renata.
Pendidikan Tetap Jadi Prioritas
Meski peluang internasional terbuka lebar, Stelly menegaskan bahwa pendidikan tetap harus menjadi perhatian utama, terutama bagi talenta muda yang masih duduk di bangku sekolah.
Hal serupa juga disampaikan Mak Vera. Menurutnya, pengembangan karier dan pendidikan harus berjalan beriringan agar para talenta memiliki bekal yang kuat untuk masa depan.
“Kesuksesan bukan hanya soal popularitas, tetapi juga pendidikan, karakter, dan kemampuan beradaptasi. Itu yang selalu kami tanamkan kepada para talenta di MVBT Entertainment,” ujar Mak Vera.
Ia mengungkapkan, meski baru bergabung dengan manajemennya, Renata sudah mulai mendapatkan sejumlah peluang di industri hiburan, mulai dari podcast, proyek film pendek, hingga film layar lebar.
“Alhamdulillah, Renata sudah mendapatkan beberapa kesempatan yang baik. Saya melihat ini sebagai hasil dari bakat dan kerja kerasnya sendiri,” tambahnya.
Pertemuan Dua Generasi
Momen menarik lainnya terlihat saat Laura Currie, putri Stelly Currie yang kini menetap di Australia, berbincang hangat dengan Renata.
Laura yang berprofesi sebagai dosen di bidang kesehatan dan sains sekaligus aktif sebagai musisi rock tampak akrab berdiskusi dengan Renata menggunakan bahasa Inggris.
Bagi Stelly dan Mak Vera, momen tersebut menjadi gambaran bagaimana generasi muda dari dua negara dapat saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan dalam dunia kreatif.
Buka Jalan ke Panggung Internasional
Melalui jaringan yang dimiliki SCK Artist Management, Stelly menyebut terdapat banyak peluang yang bisa diakses talenta Indonesia, mulai dari festival musik, pertunjukan budaya, pemotretan fashion, hingga berbagai program pengembangan talenta di Australia.
Tak hanya itu, peluang tampil dalam showcase internasional maupun kegiatan fashion week juga menjadi salah satu agenda yang sedang dipertimbangkan dalam rencana kolaborasi tersebut.
Meski masih berada pada tahap awal, Stelly Currie dan Mak Vera optimistis kerja sama ini dapat menjadi langkah positif untuk membantu talenta muda Indonesia mendapatkan pengalaman, jaringan profesional, dan kesempatan yang lebih luas di tingkat global.
Berawal dari pertemuan sederhana antara dua sahabat lama, kolaborasi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak pintu bagi generasi muda Indonesia untuk bersinar di panggung internasional.
Entertainment
Temu kangen Anak Tongkrongan Era Tahun 90 an Hingga Terbentuk Grup GEROT FALS
Jakarta-Pertemuan temu kangen angkatan 90 dari grup GEROT FALS akhirnya terlaksana juga dengan penuh kehangatan dan kerinduan. Dalam pertemuan sore ini, hadir Nana, Dodi, Zaenal Langgar, Wandoyo, Alex, dan Anto yang saling menyapa, berpelukan, dan berbagi cerita tentang masa lalu serta perjalanan hidup masing-masing hingga hari ini. grup gerot fals yang terbentuk pada tahun 1990 di suatu tongkrongan terminal rawamangun dari anak anak berbagai sekolahan pada zaman 90 an di terminal rawamangun jakarta timur masih belum berpenampilan rapih seperti sekarang ini dalam perkumpulan tersebut pada akhirnya membentuk sebuah grup teater(drama) di wilayah jakarta timur
Meski suasana terasa sangat meriah dan akrab, ada sedikit rasa kurang lengkap karena dua sahabat seangkatan lainnya, yaitu Arif dan Pilux, berhalangan hadir pada kesempatan kali ini. Kabarnya, keduanya memiliki kesibukan mendesak dan keperluan yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga tidak bisa bergabung untuk melepas rindu bersama teman-teman yang lain. Meskipun begitu, nama mereka tetap sering disebut dalam obrolan, dan teman-teman sepakat untuk menyampaikan salam hangat serta doa kesehatan untuk keduanya.
Sepanjang pertemuan, kenangan masa sekolah dan masa muda kembali diingat—mulai dari kenakalan-kenakalan kecil, kebersamaan saat berjuang, hingga momen-momen berharga yang membentuk persahabatan ini hingga bertahan puluhan tahun. Semua sepakat bahwa ikatan persaudaraan angkatan 90 tidak akan pernah putus, meski jarak dan kesibukan memisahkan sesekali.
Sebagai penutup pertemuan, seluruh anggota yang hadir sepakat untuk merencanakan pertemuan berikutnya dengan persiapan yang lebih matang, serta berharap agar Arif, Pilux, dan siapa saja yang belum bisa hadir kali ini bisa bergabung bersama kembali. Semoga persahabatan grup GEROT FALS tetap abadi, sehat selalu, dan terus saling menguatkan di setiap langkah kehidupan ke depannya.
-
News4 weeks agoBrigade 08 Minta Lingkaran Dekat Prabowo Sampaikan Kondisi Rakyat yang Sebenarnya
-
News4 weeks agoBrigade 08 Soroti Moratorium Penempatan PMI ke Arab Saudi, Desak Pemerintah Segera Buka Kembali
-
Hukum3 weeks agoDiduga Belum Kembalikan Pinjaman Rp1,7 Miliar, Dian Adrianti Kristiono Dilaporkan ke Polisi
-
News3 weeks agoGitaris Devlora, Voead Gober, Fokus Pemulihan dan Tunda Semua Tawaran Manggung
-
Hukum4 weeks agoKiai Said Apresiasi Langkah Bareskrim Usut Kasus Narkoba
-
News4 weeks agoInvestor Korea Selatan Kaget Ruko Pengganti Kerugian Ternyata Dalam Sita Umum
-
News3 weeks agoDukung Industri Energi Terbarukan, IJBNet dan Sejumlah Mitra Gelar Pelatihan
-
News2 weeks agoJunkyard Collective Bali: Galeri Gratis di Ubud, Seni Keren dari Sampah Plastik!
