Sosial
Kabar Duka: Ustadz Dr. Yahya Waloni Berpulang ke Rahmatullah
Makassar – Innalillahi wa Inna Ilayhi Rajiun. Kabar duka menyelimuti umat Islam di Indonesia dengan berpulangnya Ustadz Dr. Yahya Waloni, seorang ulama dan kristolog terkemuka, pada Jumat, 6 Juni 2025, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 H.
Ustadz Yahya Waloni menghembuskan napas terakhirnya sesaat setelah menyampaikan khutbah kedua di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Makassar. Beliau sempat tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Bahagia Minasa Upa. Namun, takdir berkata lain, Ustadz Yahya Waloni dinyatakan wafat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sosok Ustadz Yahya Waloni dikenal luas sebagai seorang mualaf mantan pendeta yang gigih dalam berdakwah. Dedikasinya dalam menyebarkan ajaran Islam telah mengislamkan ribuan orang sepanjang hidupnya. Kepergian beliau pada hari yang istimewa, yakni Hari Raya Idul Adha yang juga bertepatan dengan hari Jumat yang mulia, serta dalam keadaan beribadah di rumah Allah, diharapkan menjadi tanda Husnul Khatimah.
Semoga Allah SWT menyayangi almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, serta menempatkannya di sisi terbaik-Nya.
Alfatihah… Allahumma Amiin.
News
“Kalau Semua Sudah Sesuai Aturan, Kenapa Data Jarak Domisili Tak Ditampilkan?” Ketua IWO Bali Angkat Suara Soal SPMB SMA
DENPASAR – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA di Bali kembali menjadi perhatian publik. Kali ini sorotan datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, yang juga tengah mendampingi anaknya mengikuti proses pendaftaran masuk SMA.
Bukan soal sulitnya bersaing melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), melainkan soal satu hal yang menurutnya belum terjawab hingga kini, yakni mengapa data jarak domisili setiap peserta tidak ditampilkan kepada masyarakat.
Menurut Tri, masyarakat sebenarnya dapat menerima apabila pemerintah menjadikan nilai TKA dan nilai rapor sebagai dasar utama seleksi. Namun sebagai orang tua, ia merasa publik juga berhak mengetahui bagaimana proses seleksi itu berjalan secara terbuka.
“Kalau memang sistemnya sudah sesuai aturan, kenapa informasi jarak domisili peserta tidak ditampilkan? Padahal itu juga menjadi bagian dari mekanisme seleksi,” ujarnya.
Tri menegaskan dirinya tidak sedang menuduh adanya pelanggaran dalam proses penerimaan siswa baru. Ia justru berharap keterbukaan informasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi.
Menurutnya, ketika data jarak tidak bisa dilihat publik, muncul ruang bagi berbagai spekulasi yang sebenarnya dapat dihindari apabila sistem lebih terbuka.
Dalam Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB SMA/SMK Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2026/2027 dijelaskan bahwa apabila jumlah pendaftar jalur domisili melebihi kuota, maka peserta akan dirangking berdasarkan gabungan nilai Tes Kemampuan Akademik (50 persen) dan nilai rapor (50 persen). Jika terdapat nilai akhir yang sama, barulah jarak domisili menjadi penentu berikutnya, disusul usia apabila jaraknya juga sama.
Artinya, jarak memang masih menjadi bagian dari proses seleksi, meski bukan faktor utama.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti ketentuan yang tercantum dalam juknis.
Ia meminta masyarakat mencermati aturan yang telah diterbitkan dan menyebut penggunaan TKA dilakukan agar sekolah memperoleh calon peserta didik dengan kualitas akademik terbaik.
“Penilaian semua berbasis nilai TKA agar terjaring kualitas calon peserta didik,” kata Wesnawa.
Ia juga menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai mekanisme SPMB telah dilakukan sejak Mei 2026.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan yang disampaikan Tri mengenai keterbukaan informasi di dalam sistem SPMB.
Di era pelayanan publik yang semakin digital, transparansi tidak hanya diukur dari ada atau tidaknya aturan, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memahami bagaimana aturan tersebut diterapkan.
Karena itu, muncul pertanyaan yang kini ramai diperbincangkan para orang tua: jika proses seleksi memang sudah berjalan sesuai juknis, apakah tidak lebih baik apabila data pendukung seperti jarak domisili peserta juga ditampilkan kepada publik?
Bagi sebagian masyarakat, jawaban atas pertanyaan sederhana itu bisa menjadi kunci untuk membangun kepercayaan terhadap proses penerimaan siswa baru setiap tahunnya. (Lto)
Infotainment
Najwa Muyas Sarah Dapat Dukungan Penuh Dekranasda Jakarta Utara Menuju Puteri Kebaya Indonesia 2026
Jakarta – Winner Putri Kebaya Jakarta Utara 2026, Najwa Muyas Sarah (13), mendapat dukungan penuh dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Utara menjelang keikutsertaannya dalam ajang Puteri Kebaya Indonesia 2026 tingkat nasional yang akan berlangsung pada awal Juli 2026 di Yogyakarta.
Dalam audiensi yang berlangsung pada 2 Juni 2026, Najwa diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Jakarta Utara sekaligus istri Wali Kota Jakarta Utara, Ibu Fida Hendra, Istri Wakil Wali kota Ibu Ponti, beserta jajaran Dekranasda Jakarta Utara. Pada kesempatan tersebut, Ibu Fida menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Najwa yang akan membawa nama Jakarta Utara dan DKI Jakarta ke tingkat nasional.
“Saya sangat mendukung dan bangga melihat generasi muda dari Jakarta Utara yang berprestasi dan mampu mewakili daerahnya dalam ajang Puteri Kebaya Indonesia tingkat nasional. Semoga Najwa dapat memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Jakarta Utara serta DKI Jakarta,” ujar Ibu Fida.
Najwa yang saat ini duduk di kelas 8 SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading mengaku sangat senang dan terharu atas dukungan yang diberikan.
“Saya sangat senang dan terharu mendapat dukungan dari Ketua Dekranasda Jakarta Utara sekaligus istri wali Kota Jakarta Utara. Ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk memberikan yang terbaik dan membawa nama DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara, di tingkat nasional,” ungkap Najwa.
Menjelang kompetisi nasional, Najwa telah melakukan berbagai persiapan secara intensif. Ia meningkatkan kemampuan public speaking bersama coach profesional Ms. Deiby, berlatih catwalk dan modeling bersama Ka Adit, serta mempersiapkan penampilan unjuk bakat dengan bimbingan koreografer berpengalaman Ka Hery. Selain itu, Najwa juga fokus menjaga kesiapan mental dan fisik agar mampu mengikuti seluruh rangkaian karantina hingga grand final dengan optimal.
Ketika ditanya mengenai kesiapan menghadapi kompetisi nasional, Najwa menyampaikan bahwa persiapannya telah mencapai 100 persen dan siap memberikan penampilan terbaik.
Sebelumnya, Najwa juga melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Jakarta Utara pada 5 Maret 2026 dan diterima oleh Ibu Diah serta Bapak Iman. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan yang diterimanya sebagai perwakilan Jakarta Utara dalam ajang Puteri Kebaya DKI Jakarta.
Najwa memiliki berbagai prestasi di bidang acting, silat, dan cerdas cermat, serta berhasil meraih gelar Winner Putri Kebaya Jakarta Utara 2026. Saat ini ia tengah mengikuti kompetisi Putri Kebaya DKI Jakarta sebagai langkah menuju panggung nasional.
Sebagai generasi muda, Najwa juga memiliki pesan inspiratif bagi anak-anak dan remaja Indonesia.
“Sebagai generasi muda, kita harus tetap menjaga dan melestarikan budaya Indonesia dengan cara mengenakannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh rasa bangga,” pesannya.
Melalui ajang Puteri Kebaya Indonesia 2026, Najwa berharap dapat mengharumkan nama DKI Jakarta di tingkat nasional dan membawa pulang gelar juara untuk daerah yang diwakilinya.
Sosial
inDrive Gelar Pelatihan Manajemen Sekolah hingga Aksi Sosial untuk Komunitas
Jakarta – Pendidikan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas fisik, tetapi juga sistem pengelolaan sekolah yang kuat, transparan, dan berkelanjutan. Berangkat dari semangat tersebut, inDrive menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang berfokus pada pendidikan dan kepedulian terhadap masyarakat.
Sebagai bagian dari rangkaian program sosial perusahaan, inDrive menggelar kegiatan volunteer bersama Food Cycle Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah karyawan inDrive Indonesia ikut membantu proses pengemasan makanan yang kemudian disalurkan kepada Yayasan Al Ishlah.
Bantuan itu diterima oleh anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada masyarakat sekitar. Melalui kegiatan tersebut, inDrive ingin menghadirkan dampak sosial yang dimulai dari aksi sederhana namun bermakna, sekaligus memperkuat nilai kolaborasi dan empati.
Komitmen sosial itu juga diwujudkan melalui program jangka panjang di bidang pendidikan bertajuk School Management Training. Program ini dijalankan bekerja sama dengan Happy Hearts Indonesia dan menyasar kepala sekolah serta bendahara dari 12 sekolah binaan di wilayah Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya inDrive dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak di wilayah underserved atau daerah dengan keterbatasan akses pendidikan. Para peserta mendapatkan pendampingan terkait manajemen sekolah berbasis kebutuhan komunitas, perencanaan keuangan, transparansi pengelolaan dana, hingga penguatan komunikasi dengan pemangku kepentingan sekolah.
Di sejumlah daerah, sekolah-sekolah yang telah dibangun kembali masih menghadapi tantangan dalam menciptakan sistem manajemen yang efektif dan berkelanjutan. Kondisi itu dinilai berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan siswa.
Karena itu, program School Management Training tidak hanya berfokus pada pelatihan satu arah, tetapi juga menghadirkan monitoring pasca-pelatihan guna memastikan implementasi yang nyata dan berdampak jangka panjang.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
“inDrive ingin terus menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami percaya bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, baik melalui dukungan terhadap pendidikan maupun aksi berbagi kepada komunitas yang membutuhkan,” ujar Rio dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).
Ia berharap berbagai inisiatif yang dijalankan dapat membantu memperkuat komunitas, menciptakan lingkungan yang lebih baik, serta mendorong kolaborasi positif antara masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Melalui program ini, inDrive juga berharap dapat meningkatkan pemahaman mengenai manajemen berbasis sekolah, memperkuat sistem pengelolaan sekolah, serta mendorong keterlibatan aktif para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan masing-masing.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, inDrive berharap berbagai inisiatif tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam menghadirkan perubahan positif dan membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
-
Olahraga4 weeks agoAhza Rayhan Chan Raih Juara 3 Kyorugi Prestasi Senior U-54 Putra di International Ksatria Nusantara Series 2026
-
Infotainment4 weeks agoIndonesia Trend Fashion Week 2026 Sukses Digelar, Derry Dahlan Berharap Lahir Desainer dan Model Berdaya Saing Global
-
Ekonomi4 weeks agoKameel Guzellic Parfume menghadirkan dua varian baru
-
News4 weeks agoMenanggapi Narasi Lawan: PT TDI Ajukan Gugatan Hukum Terhadap Pihak The Umalas Signature dan Pihak Terkait
-
News4 weeks agoKuasa Hukum Novi Anggriani Sebut Kliennya Jadi Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana, Kerugian Diklaim Capai Puluhan Juta Rupiah
-
News4 weeks agoRektor Unud Ajak Kampus Dunia Berkolaborasi, Tawarkan Pendidikan Berbasis Tri Hita Karana
-
News4 weeks agoAJIP Bali Pilih 8 Resor Pantai Terbaik Indonesia 2026, Bali Masih Jadi Raja Wisata Mewah
-
News4 weeks agoPolda Sumsel Gelar Badminton Kapolda Cup 2026 yang Diikuti Ribuan Peserta

Syahrir
June 6, 2025 at 3:54 pm
Insyaallah Surga tempatmu pejuang Agama Alloh, aaamiinn