Entertainment
Edukasi Bahaya Narkoba di RBCC Dikemas dengan Konsep Edutainment
JAKARTA — Edukasi mengenai bahaya narkoba digelar di Rumah Belajar Ciliwung Ceria (RBCC), Jakarta, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Brigjen Pol dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM sebagai narasumber.
Berbeda dari penyuluhan pada umumnya, edukasi kali ini dikemas dengan konsep edutainment, yakni perpaduan antara pendidikan (education) dan hiburan (entertainment).
Dalam kegiatan tersebut, materi tentang bahaya narkoba disampaikan melalui hiburan seperti lawakan, sulap, hingga pembagian hadiah. Cara tersebut dinilai dapat membuat pesan yang disampaikan lebih mudah diterima dan diingat oleh anak-anak.
“Hari ini adalah penyuluhan tentang bahaya narkoba untuk anak-anak. Tapi dengan versi edutainment, karena ada education dan entertainment. Jadi bukan hanya ngomong biasa, tetapi ada unsur hiburan, ada lawakannya, ada sulapannya, ada bagi hadiahnya,” ujar Victor.
Selain pendekatan edukasi, kegiatan tersebut juga memasukkan pesan-pesan keagamaan. Menurut Victor, anak-anak perlu memahami bahwa menjauhi narkoba bukan semata-mata karena takut berhadapan dengan hukum, tetapi juga karena memahami konsekuensi moral dan agama.
“Kami dibantu dengan Pak Ustaz. Jangan sampai orang tidak pakai narkoba hanya karena takut ditangkap, tetapi juga karena takut dosa dan melanggar agama,” katanya.
Anak Baik Juga Perlu Dibekali
Victor menjelaskan, RBCC dipilih sebagai lokasi edukasi bukan karena anak-anak di tempat tersebut dianggap bermasalah. Justru, menurut dia, anak-anak yang berperilaku baik juga perlu mendapatkan pembekalan agar tidak mudah terpengaruh.
Ia menilai, salah satu celah yang dapat dimanfaatkan pengedar adalah sikap sebagian orang yang merasa tidak enak menolak tawaran dari orang lain.
“Orang baik justru yang sukar menolak. Ditawarin sesuatu, takut tersinggung kalau menolak, akhirnya menerima dan akhirnya kena narkoba,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai edukasi dan pembekalan sejak dini menjadi penting agar anak-anak mampu mengenali risiko serta berani menolak ajakan yang berbahaya.
Edukasi Sudah Dilakukan Ribuan Kali
Victor menyebut kegiatan edukasi mengenai bahaya narkoba yang dilakukan dengan pendekatan hiburan telah digelar berkali-kali di berbagai tempat, bahkan hingga ke sejumlah negara.
Ia mengatakan pendekatan tersebut mendapat perhatian karena menggabungkan penyuluhan dengan pertunjukan sulap dan hiburan lainnya.
“Susah kalau ditanya sudah berapa kali, mungkin sudah beribu-ribu kali. Kami bukan hanya di Indonesia, tetapi juga keliling ke negara-negara lain,” tuturnya.
Victor juga menyebut dirinya telah memperoleh 106 rekor nasional dan masih akan mengikuti kegiatan pemecahan rekor lainnya, termasuk agenda yang direncanakan berlangsung di Yogyakarta pada 14 September mendatang.
Menurutnya, respons anak-anak di RBCC sangat positif. Mereka terlihat antusias mengikuti materi dan mampu menjawab pertanyaan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak bukan hanya main handphone atau ngobrol atau tidur, tetapi semua dengan semangat mendengarkan. Kalau dibuat pretest dan posttest, saya yakin semuanya posttest-nya dapat 100,” katanya.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Victor turut menekankan pentingnya peran orang tua dalam mencegah anak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Menurut dia, orang tua merupakan pihak yang dapat melakukan deteksi dini ketika terjadi perubahan perilaku pada anak, sebelum persoalan tersebut berkembang dan diketahui oleh guru maupun aparat.
“Orang tua yang baik juga nyenggol-nyenggol anaknya. Kalau dia nakal, sebelum sampai ditangkap guru, polisi, atau Badan Narkotika Nasional, orang tua sudah mendeteksi lebih dini dan kasih tahu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan orang tua agar memberikan contoh yang baik di lingkungan keluarga. Menurutnya, kebiasaan orang tua dapat memengaruhi cara anak memandang perilaku tertentu, termasuk kebiasaan merokok.
Pengguna Narkoba Diminta Tidak Dijauhi
Victor menyebut persoalan narkoba di Indonesia sudah menjadi masalah serius. Ia mengatakan lembaga pemasyarakatan khusus kasus narkotika telah mengalami kepadatan, bahkan narapidana kasus narkotika juga mengisi lembaga pemasyarakatan umum.
Di sisi lain, ia meminta masyarakat tidak memberikan stigma berlebihan kepada orang yang telah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, pengguna atau pecandu perlu dirangkul dan mendapatkan bantuan untuk menjalani pemulihan.
Ia mengacu pada Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengatur kewajiban menjalani rehabilitasi bagi pecandu narkotika.
“Kalau sudah kena, silakan berobat. Yang belum kena, mencegah lebih baik daripada mengobati,” katanya.
Victor menambahkan, negara menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya.
Namun, menurutnya, proses pemulihan tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Dukungan keluarga dan tokoh agama juga diperlukan agar seseorang tidak kembali menggunakan narkoba setelah menjalani rehabilitasi.
“Negara tidak menjamin bisa sembuh, hanya bisa pulih. Tetap untuk sembuh harus kerja sama dengan tokoh-tokoh agama,” ujarnya.
Melalui kegiatan edukasi di RBCC tersebut, Victor berharap anak-anak semakin memahami bahaya narkoba sekaligus memiliki keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang dapat menjerumuskan mereka.
“Yang belum kena, mencegah lebih baik daripada mengobati,” pungkasnya.
Budaya
Hadiri Gala Premiere Film Mawang, Aldi Taher Janjikan ‘Bisikan Jenazah 2’ Jika Tembus 500 Ribu Penonton
PENULIS: KATASIBOY
JAKARTA — Penggemar sinema horor Tanah Air kembali disuguhkan tontonan berkelas yang mengangkat kearifan lokal. Kali ini, film berjudul “Mawang: Jangan Sebut Namanya” resmi menggelar pemutaran perdana (gala premiere) dengan menghadirkan atmosfer mencekam sekaligus penuh antusiasme dari para penikmat film.
Berbeda dari film horor kebanyakan, Mawang mengeksplorasi mitos serta cerita rakyat yang mengakar kuat di masyarakat Bangka Belitung. Cerita mistis tersebut dikemas secara apik melalui visual sinematik yang siap memacu adrenalin penonton di bioskop.
Malam peluncurannya pun berlangsung riuh. Sederet selebriti, tamu undangan VIP, hingga insan pers tampak memadati area karpet merah untuk menyaksikan aksi Aldi Taher dan jajaran pemeran lainnya.
Di sela-sela kemeriahan acara tersebut, Aldi Taher bahkan melontarkan nazar khasnya di hadapan publik. Ia berjanji bakal segera menggarap sekuel film legendarisnya, “Bisikan Jenazah 2”, jika film Mawang sukses menembus angka 500 ribu penonton di bioskop. (Minggu,25,10,2026).
Melihat tingginya respons, dukungan para tamu, serta sorotan publik sejak malam gala premiere, film Mawangdigadang-gadang bakal menjadi salah satu karya horor lokal yang paling menyedot perhatian penonton di bioskop bulan ini.
Entertainment
13 Finalis Jakarta Siap Berlaga di Puteri Anak dan Remaja Indonesia 2026, Usung Misi Sosial
JAKARTA — Sebanyak 13 finalis perwakilan DKI Jakarta bersiap mengikuti ajang Puteri Anak dan Remaja Indonesia tingkat nasional 2026. Selain berkompetisi untuk meraih gelar, para peserta membawa program advokasi yang berfokus pada isu sosial, pelestarian budaya, pendidikan, pariwisata, dan lingkungan.
Kesiapan para finalis tersebut diperkenalkan dalam konferensi pers di Hotel Cordela, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2026). Mereka dijadwalkan mengikuti karantina nasional pada 27–31 Oktober 2026.
Regional Director Puteri Anak dan Remaja DKI Jakarta, Sri Sintawati, mengatakan para finalis telah menjalani pembinaan sejak terpilih pada Juni 2026.
Pembinaan tersebut meliputi pelatihan berbicara di depan umum atau public speaking, teknik berjalan di atas panggung (catwalk), tata krama, serta pengembangan karakter.
“Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak mereka terpilih sebagai Puteri Anak Remaja Jakarta di bulan Juni. Mereka sudah persiapan pelatihan, coach public speaking, kemudian mereka juga untuk catwalk-nya,” ujar Sri.
Menurut Sri, para peserta juga didorong untuk menjalankan program advokasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Program tersebut disesuaikan dengan perhatian dan kepedulian masing-masing finalis terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
“Mereka berbagi empati dengan masyarakat di sekitar mereka. Ada yang bergerak di bidang lingkungan, ada juga yang mengajak anak-anak dan remaja untuk bangga dengan diri sendiri, bisa bermanfaat, dan berkarya untuk teman-teman mereka,” katanya.
Usung keberagaman hingga pelestarian batik
Salah satu finalis, Clairine Chastine Yumanta, yang menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta 2026, membawa advokasi bertajuk Voices of Bhinneka. Program tersebut berfokus pada pesan persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman di kalangan generasi muda.
Di bidang pelestarian budaya, Christable Catherine, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Pendidikan 2026, mengusung program Batik Tanpa Batas. Melalui advokasi tersebut, ia ingin mendorong generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan bangga terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia.
“Jika saya terpilih menjadi salah satu pemenang di Puteri Batik Remaja Indonesia, saya akan terus menjalankan advokasi saya, yaitu Batik Tanpa Batas. Saya ingin mengajak para generasi muda untuk bangga menggunakan batik dan membawa batik hingga ke internasional,” ujar Christable.
Sementara itu, Ayesha Shanum Maira Shaheema, Puteri Anak Indonesia Jakarta Budaya 2026, mengangkat tema pelestarian batik melalui proyek My Batik, My Culture. Program ini juga diarahkan untuk memperkenalkan perajin lokal dan meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap budaya Indonesia.
Pada isu lingkungan, Ameera Delisha, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Lingkungan 2026, membawa pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Adapun Kineta Carlin Candida Siregar, Puteri Remaja Indonesia Jakarta Pariwisata 2026, berfokus pada pengenalan potensi pariwisata Indonesia.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya para finalis untuk menunjukkan bahwa kompetisi tingkat nasional tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga gagasan, kepedulian sosial, dan kemampuan peserta dalam mengembangkan program yang bermanfaat.
Daftar perwakilan DKI Jakarta
Dari kategori Puteri Anak, Aqilah Indah Rhiana Ardhianti mewakili Jakarta sebagai Puteri Anak Indonesia Jakarta 2026. Prameswari Nararya Iswandaru Putri menyandang gelar Puteri Anak Indonesia Jakarta Pariwisata 2026, sedangkan Afidenaya Myesha Bellvania Kaat menjadi Puteri Anak Indonesia Jakarta Lingkungan 2026.
Pada kategori Puteri Remaja, perwakilan Jakarta meliputi Clairine Chastine Yumanta, Kineta Carlin Candida Siregar, Ameera Delisha, Christable Catherine, dan Aulia Ardya Ramadhani. Aulia menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026.
Adapun pada kategori Indonesia’s Girl, Salwa Nadhifah menyandang gelar Indonesia’s Girl Indonesia Jakarta 2026, sedangkan Latysha Shaumi Almirza Prima merupakan Runner Up Indonesia’s Girl Indonesia Jakarta 2026.
Untuk kategori Indonesia’s Girl Junior, Kaisah Hutami Mumtazah menyandang gelar Indonesia’s Girl Junior Indonesia Jakarta 2026. Gadisa Kirana Larassati menjadi Runner Up Indonesia’s Girl Junior Indonesia Jakarta 2026.
Jalani audiensi sebelum karantina
Sebelum mengikuti karantina nasional, para finalis telah melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah kota di wilayah DKI Jakarta, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta.
Persiapan juga dilakukan melalui pendampingan orang tua dan pelatih profesional, termasuk Miss Debby dan Kak Ayu.
Dalam karantina nasional, para peserta akan menjalani sejumlah tahapan penilaian, antara lain wawancara mendalam (deep interview), presentasi program advokasi, dan penampilan bakat seni.
Tahapan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan komunikasi, wawasan, kreativitas, serta pemahaman terhadap program yang mereka usung.
KG Enterprise selaku pemegang lisensi sejak 2023 mendorong pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan karakter, kecerdasan, dan empati. Ajang ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak dan remaja untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Melalui kompetisi tersebut, para finalis Jakarta diharapkan tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menjalankan advokasi secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Entertainment
Perluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN
JAKARTA – Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) PT Brawijaya Mataram Nusantara, Rd Sandy M.I. Tumiwa, S.H., resmi menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Rabu (14/10/2026). Keanggotaan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring usaha, membuka peluang kemitraan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Bergabungnya Sandy Tumiwa dengan KADIN diharapkan dapat memperluas ruang komunikasi dan kerja sama antara perusahaan yang dipimpinnya dengan para pelaku usaha, investor, serta pemangku kepentingan di berbagai bidang. Langkah ini juga membuka peluang pengembangan bisnis yang berorientasi pada produktivitas, inovasi, dan keberlanjutan.
Sandy menilai, kolaborasi antarpelaku usaha memiliki peran penting dalam menciptakan peluang ekonomi baru. Menurutnya, sinergi yang dibangun melalui jejaring dunia usaha dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai bentuk kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“Menjadi bagian dari KADIN merupakan kesempatan untuk memperluas jaringan, membangun kolaborasi, dan berkontribusi bagi perkembangan dunia usaha. Saya berharap sinergi ini dapat melahirkan peluang kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Sandy Tumiwa dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Sebagai pimpinan PT Brawijaya Mataram Nusantara, Sandy diharapkan dapat memanfaatkan jaringan KADIN untuk menjajaki potensi kemitraan baru, memperkuat konektivitas perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mendorong pengembangan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Menurut arah pengembangan tersebut, hubungan antara dunia usaha dan sektor kreatif menjadi salah satu ruang kolaborasi yang berpotensi dikembangkan. Industri kreatif, termasuk perfilman, dinilai memiliki peluang untuk memberikan kontribusi tidak hanya melalui karya dan inovasi, tetapi juga melalui penciptaan lapangan kerja serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Di luar aktivitasnya di dunia usaha, Sandy Tumiwa juga terlibat dalam pengembangan industri perfilman melalui proyek film layar lebar berjudul Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu, yang mengusung kampanye Stop Bullying atau penghentian perundungan.
Dalam proyek tersebut, Sandy menjalankan peran sebagai Executive Producer. Keterlibatannya mencerminkan upaya memanfaatkan industri perfilman sebagai medium penyampaian pesan sosial, khususnya untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya membangun lingkungan yang aman, saling menghormati, dan bebas dari perundungan.
Film dengan pesan sosial tersebut diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya empati, persahabatan, serta kepedulian terhadap sesama. Pada saat yang sama, pengembangan proyek perfilman juga memiliki potensi untuk mendorong aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai profesi dan pelaku industri kreatif.
Persinggungan antara dunia usaha dan perfilman membuka peluang bagi pengembangan model kolaborasi yang menggabungkan aspek komersial dengan nilai sosial. Dukungan kemitraan, investasi, serta jejaring profesional dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kreatif agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Keanggotaan Sandy Tumiwa di KADIN diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan potensi dunia usaha dengan peluang pengembangan industri kreatif dan ekonomi daerah.
Dengan terbukanya ruang komunikasi bersama para pelaku usaha, peluang kolaborasi dapat dijajaki melalui berbagai inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar, kapasitas perusahaan, dan potensi sektor yang dikembangkan.
Sandy berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada perluasan jaringan bisnis semata, tetapi juga dapat diarahkan pada kerja sama konkret yang menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial. Keterlibatan dunia usaha, menurutnya, perlu didukung semangat kolaborasi agar peluang yang tersedia dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Melalui keanggotaan KADIN dan keterlibatannya dalam industri kreatif, Sandy Tumiwa berharap dapat mengambil bagian dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha Indonesia. Penguatan kemitraan, pengembangan inovasi, serta pemanfaatan potensi ekonomi kreatif menjadi sejumlah bidang yang dapat dijajaki untuk memperluas kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan nasional.
Dengan demikian, langkah Sandy bergabung dengan KADIN diharapkan dapat menjadi pintu bagi terbentuknya jejaring kerja sama yang lebih luas antara perusahaan, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan lainnya, dengan tetap mengedepankan profesionalisme, produktivitas, dan keberlanjutan usaha.
-
Infotainment4 weeks agoZecky Alatas Ungkap Dampak Akun Palsu, Nama Daus Mini Disebut Jadi Korban Pembunuhan Karakter
-
Entertainment3 weeks agoPerluas Jaringan Usaha, CEO PT Brawijaya Mataram Nusantara Rd Sandy Tumiwa Resmi Jadi Anggota KADIN
-
News3 weeks agoKetua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin Terima Aspirasi Pedagang Taman Puring, Minta Revitalisasi Segera Dipastikan
-
Infotainment3 weeks agoPT Palma Global Indonesia Ungkap Rencana Kerja Sama Investasi dengan Kadin Qatar Senilai Rp15 Triliun
-
Ekonomi1 day agoGEPPMI Fasilitasi 800 Calon PMI Ikuti Seleksi Kerja di Hotel Bintang Lima Turki
-
News4 weeks agoZecky Alatas Apresiasi Gebrakan Kapolri Suyudi Ario Seto, Dorong Polri Lebih Dekat dengan Masyarakat
-
Infotainment2 weeks ago8 Finalis Puteri Anak dan Remaja Banten 2026 Siap Berlaga di Tingkat Nasional
-
News3 weeks agoBrigjen Susatyo Purnomo Condro Resmi Jabat Dirtipidum Bareskrim Polri
