Infotainment
Martin Lukas Simanjuntak Klarifikasi Isu Terkait Uya Kuya: “Sahabat Saya Orang Baik”
Jakarta – Pengacara sekaligus sahabat dekat Uya Kuya, Martin Lukas Simanjuntak, angkat bicara terkait berbagai isu yang menyeret nama presenter sekaligus anggota DPR itu usai insiden “goyang DPR”.
Martin menegaskan, momen goyang yang viral itu bukan hanya dilakukan Uya, melainkan banyak pihak termasuk sejumlah anggota DPR lain. Menurutnya, situasi tersebut terjadi ketika acara di DPR ditutup dengan lagu daerah yang memantik rasa kebersamaan.
Namun, ia tak menutup mata bahwa kondisi masyarakat saat ini sedang sulit, sehingga hal-hal kecil bisa dengan mudah memicu reaksi publik. “Saya harus jujur, rakyat kita sekarang banyak yang kesulitan, bahkan ada yang tak punya beras. Jadi hal-hal seperti ini bisa cepat memantik emosi,” ujarnya.
Martin juga meluruskan isu yang berkembang di media sosial. Ia memastikan Uya tidak pernah membuat video maupun pernyataan yang seolah-olah membenarkan tindakannya. “Tidak ada satu pun video dari Mas Uya setelah goyang itu. Justru yang ada adalah permintaan maaf beliau kepada rakyat,” tegasnya.
Terkait aksi penjarahan yang menimpa kediaman Uya Kuya, Martin mengatakan sahabatnya itu memilih memaafkan. Bahkan, Uya telah berkomunikasi dengan keluarga pelaku dan berencana memberikan surat pengampunan agar membantu meringankan proses hukum mereka. “Mas Uya ikhlas, bahkan sudah berbesar hati untuk memaafkan,” jelasnya.
Martin juga menampik isu liar yang menyebut Uya kabur ke luar negeri. Menurutnya, Uya adalah sosok petarung yang sudah terbukti menghadapi berbagai kasus hukum sebelumnya. “Dia bukan tipe orang yang lari dari masalah. Saya tahu betul dia,” kata Martin.
Meski mengakui kejadian yang menimpa Uya terasa tidak adil, Martin berharap hal ini menjadi pelajaran bagi semua pejabat untuk lebih berhati-hati dalam bersikap. Ia juga menegaskan bahwa wacana Pergantian Antar Waktu (PAW) sepenuhnya merupakan kewenangan partai dan diatur oleh undang-undang.
“Terlepas dari semua isu yang beredar, saya berani memastikan sahabat saya ini orang baik. Kalau bukan orang baik, saya tidak akan ada di sini mendampinginya sejak awal,” tutup Martin Lukas Simanjuntak.
Infotainment
Devara Naidawati Curi Perhatian di ASEAN Fashion Festival 2026
JAKARTA — Dunia fashion kembali diramaikan talenta muda lewat ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026. Digelar di Lippo Nusantara, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026), perhelatan ini menghadirkan deretan model anak dan remaja serta karya desainer dari berbagai negara Asia Tenggara.
Berlangsung pada 18–20 September 2026, AFF 2026 menghadirkan 15 desainer dalam sebuah panggung yang memadukan fashion, kreativitas, dan budaya. Kehadiran para talenta muda menjadi warna tersendiri dalam festival tersebut.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Devara Naidawati Elvaretta. Model berusia 14 tahun itu tampil membawakan koleksi dari tujuh desainer berbeda dalam rangkaian fashion show AFF 2026.
Bagi Devara, kesempatan tersebut bukan hanya tentang berjalan di atas runway. Ia ingin memanfaatkan dunia fashion sebagai ruang untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda.
Fashion Jadi Cara Devara Kenalkan Budaya Indonesia
Remaja berdarah Jawa Tengah itu memiliki ketertarikan terhadap batik dan kain tradisional Indonesia. Ia berharap budaya Nusantara tetap mendapat tempat di tengah derasnya perkembangan budaya global.
“Nah, sedangkan aku nggak mau kayak gitu. Jadi aku pengen tetap melestarikan budaya Indonesia,” ujar Devara saat ditemui di Lippo Nusantara, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).
Tidak berhenti pada peragaan busana, Devara juga mendapat kesempatan menampilkan tarian Nusantara. Menariknya, tarian tersebut dipelajarinya secara intensif hanya dalam waktu satu malam sebelum tampil.
Di atas panggung, Devara tampil mengenakan busana bernuansa etnik, termasuk karya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan sejumlah selendang dengan motif tradisional.
Jalani Jadwal Padat Demi Penampilan Terbaik
Tampil dalam tujuh koleksi desainer membuat aktivitas Devara selama festival cukup padat. Ia menjalani berbagai persiapan sejak pagi hingga malam, termasuk gladi resik dan pergantian busana.
Meski demikian, Devara mengaku mendapat dukungan penuh dari tim produksi dan para desainer. Ia menilai persiapan yang dilakukan di belakang panggung membantu para model tampil maksimal.
“Dan sangat-sangat krunya all effort banget. Desainer-desainer pun kayak effort-effort banget, make up semuanya udah disediakan,” kata Devara.
Pengalaman tampil dalam sejumlah koleksi berbeda juga menjadi kesempatan bagi Devara untuk menambah pengalaman di dunia modeling profesional.
Punya Pesan untuk Generasi Muda
Devara berharap keterlibatannya di AFF 2026 dapat menjadi langkah untuk terus mengembangkan diri sekaligus membawa budaya Indonesia dalam setiap kesempatan.
Ia pun mengajak generasi muda untuk tidak ragu berkarya dan menunjukkan potensi yang dimiliki.
“Terus berkembang dan terus berkarya buat Indonesia!” pungkas Devara.
Penampilan Devara di ASEAN Fashion Festival 2026 menunjukkan bagaimana dunia fashion dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berekspresi sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Infotainment
Aulia Ardya Ramadhani Audiensi ke BNN RI, Bawa Pesan Generasi Muda dan Budaya Indonesia
JAKARTA — Aulia Ardya Ramadhani, remaja berusia 16 tahun yang menyandang gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, melakukan kunjungan audiensi ke Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Selasa, 15 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Aulia berkesempatan bertemu dengan Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., Irjen Pol. Drs. Aldrin Marihot Pandapotan Hutabarat, S.H., M.Si., serta jajaran Direktur BNN RI.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari langkah Aulia untuk memperluas wawasan dan membangun kepedulian generasi muda terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anak dan remaja, termasuk pentingnya menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Sebagai Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, Aulia juga membawa semangat untuk terus memperkenalkan nilai-nilai positif kepada generasi seusianya. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan berprestasi.
Aulia sendiri sebelumnya telah memiliki sejumlah pengalaman di bidang seni dan budaya. Salah satunya adalah meraih juara pertama lomba tartrad di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 2023.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang mendorong Aulia untuk terus aktif mengembangkan kemampuan sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.
Setelah meraih gelar Puteri Remaja Indonesia Jakarta Budaya 2026, Aulia juga dijadwalkan mewakili DKI Jakarta dalam ajang Puteri Batik Remaja Indonesia 2026.
Melalui ajang tersebut, Aulia ingin membawa batik sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengajak generasi muda untuk ikut melestarikan warisan budaya bangsa.
Menurut Aulia, prestasi tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir, tetapi juga keberanian untuk memulai dan konsisten menjalani setiap proses.
“Berprestasi itu bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang keberanian untuk mulai dan konsisten. Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan membawa identitas serta budaya kita ke mana pun kita melangkah,” kata Aulia.
Ia juga mengajak teman-teman seusianya untuk mengenali potensi diri dan terus mengembangkan kemampuan melalui proses belajar.
“Kenali potensi diri, teruslah belajar, dan jadikan setiap kegagalan sebagai batu loncatan. Ketika kita berani melangkah dengan niat yang tulus dan kerja keras, pintu kesempatan akan terbuka lebar. Percaya pada prosesmu sendiri,” ujarnya.
Kunjungan audiensi ke BNN RI tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi Aulia dalam memahami pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang positif serta menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Dengan bekal pengalaman di bidang seni dan budaya, prestasi, serta wawasan yang diperoleh dari audiensi tersebut, Aulia kini bersiap menjalankan tanggung jawabnya mewakili DKI Jakarta dalam ajang Puteri Batik Remaja Indonesia 2026.
Infotainment
Yenny Wahid Tampil di JazzPuan, Bernyanyi Bersama Putrinya dan Aldi Taher
PENULIS : KATASIBOY
JAKARTA, 12 September 2026 — Sosok Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mencuri perhatian saat menghadiri gelaran JazzPuan di Jakarta, Jumat (11/9/2026) malam.
Putri kedua Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu tidak hanya hadir sebagai penonton. Yenny turut naik ke atas panggung dan menunjukkan kecintaannya terhadap musik jazz.
Momen tersebut bermula ketika pembawa acara menanyakan langsung mengenai ketertarikannya terhadap musik jazz.
“Katanya Ibu Yenny penggemar musik jazz?” tanya pembawa acara.
Yenny kemudian menjawab singkat sambil tersenyum.
“Iya,” jawabnya.
Jawaban tersebut langsung mendapat sambutan dari penonton yang hadir.
Tampil Bersama Putrinya
Yenny kemudian naik ke atas panggung bersama putrinya, Maica. Keduanya berbagi ruang di atas panggung dan menunjukkan kemampuan vokal mereka di hadapan penonton.
Penampilan tersebut berlangsung dalam suasana santai. Yenny terlihat menikmati momen bermusik tanpa suasana formal yang selama ini melekat pada dirinya sebagai tokoh publik.
Bagi Yenny, musik, khususnya jazz, bukan sekadar hiburan. Ia memandang jazz sebagai ruang yang memberikan kebebasan kepada setiap orang untuk berekspresi dan berimprovisasi.
Dalam pandangannya, kebebasan tersebut tetap dapat berjalan bersama harmoni.
“Jazz itu menghadirkan harmoni dan persatuan,” ujar Yenny dalam kesempatan sebelumnya.
Menurut dia, karakter jazz yang memberikan ruang improvisasi dapat menjadi gambaran mengenai kehidupan masyarakat yang memiliki perbedaan, tetapi tetap dapat berjalan dalam satu kesatuan.
Berkolaborasi dengan Aldi Taher
Suasana panggung semakin meriah ketika Aldi Taher ikut bergabung.
Kehadiran Aldi membuat penampilan Yenny menjadi semakin cair. Keduanya berinteraksi secara spontan di atas panggung dan menghibur penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut.
Yenny tampak menikmati suasana tanpa membawa kesan formal. Ia tertawa dan merespons berbagai aksi spontan Aldi Taher.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam gelaran JazzPuan.
Bagi Yenny, pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan karakter musik jazz yang terbuka terhadap improvisasi dan kolaborasi.
Yenny Wahid dan Kecintaannya pada Musik
Ketertarikan Yenny Wahid terhadap musik sebenarnya bukan hal baru. Namanya juga tercatat memiliki sejumlah karya audio yang tersedia di platform digital, termasuk karya “Bismillah Anakku” dan “Yin To My Yang”.
Penampilannya di JazzPuan kembali memperlihatkan sisi lain Yenny yang selama ini lebih dikenal sebagai tokoh publik dan aktivis.
Di panggung tersebut, musik menjadi ruang bagi Yenny untuk berekspresi bersama putrinya dan berkolaborasi dengan Aldi Taher.
Penampilan tersebut juga memperlihatkan bagaimana musik dapat menjadi ruang perjumpaan bagi orang-orang dengan latar belakang berbeda.
Jazz, dengan karakter improvisasinya, memberi ruang bagi setiap musisi untuk berekspresi sekaligus tetap menjaga harmoni dalam sebuah pertunjukan.
-
News1 week agoWonderful Thailand! Duta Elok Persada dan Para DEPpreneur Siap Ukir Prestasi di DEP Extravaganza 10
-
Hukum4 weeks agoAhli Hukum Nilai Penetapan Febrie Adriansyah sebagai Tersangka TPPU Wujud Asas Keseimbangan
-
News4 weeks agoWaduh! Ruben Onsu Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan
-
Sosial4 weeks agoMasjid Al-Akbar Cibubur Gelar Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias Ikut Pemeriksaan
-
News4 weeks agoPrabowo Febriyanto Ditangkap TEKAB 308 Polda Lampung, Polisi Dalami 14 Laporan
-
Hukum4 weeks agoUsai Mangkir, Pemilik Ruko di Batam Diperiksa BNN
-
Hukum4 weeks agoRSO Diduga Ruben Onsu, Kasus Investasi Bodong Ini Bikin Geger
-
Entertainment4 weeks agoEdukasi Bahaya Narkoba di RBCC Dikemas dengan Konsep Edutainment
